Skip to content
March 25, 2013 / kimsanada

Beneran Masih Mau Merokok?

Uhuk.. Uhuk.. Uhuk..

Ada yang langsung terbatuk-batuk usai menghisap asap rokok?

Ada yang merasa terganggu dengan asap rokok?

:mrgreen:

Lagi-lagi, saya menulis tentang rokok di blog ini.. Sebegitu spesialnya nih bahasan rokok. hehee..

Kalo tempo lalu, saya pernah menulis tentang bahaya merokok dari segi kesehatan, sekarang saya mau mbahas tentang bahaya merokok tapi dari sisi ekonomi.

Ehem.. Perokok (akut) itu kebanyakan dari lapisan ekonomi yang mana sih? Atas, menengah atau bawah?

Kalo berdasarkan pengamatan saya, hasil browsing dari internet dan merangkum dari berbagai sumber, didapatkan kesimpulan kalo perokok (akut) itu bergulir mulai dari lapisan ekonomi menengah hingga ke bawah. Contoh gampangnya, dari karyawan kantor hingga tukang becak.

Karena saya mau mbahas dari sisi ekonomi, katakanlah begini:

Harga sebungkus rokok = Rp. 10.000

Perokok akut menghabiskan 1 bungkus tiap hari. Sebutlah dia full merokok sebulan (30 hari).

Total pengeluaran untuk merokok -> Rp. 10.000 x 30 hari = Rp. 300.000

Itu hanya hitungan kasar saja. Untuk kategori karyawan kantor, duit 300 ribu bisa saja tidak terlalu memberatkan. Tapi coba kalo tukang becak atau tukang jahit konveksi?

Kasarannya ngapain kerja jauh-jauh (merantau) ke Jakarta untuk kerja menjahit kalo uangnya sebulan habis 300 ribu buat beli rokok doang, padahal niat awal merantau untuk mbantu perekonomian orangtua misalnya.

Belum lagi, peluang perokok (akut) untuk terserang penyakit batuk itu besar. Sebutlah sebulan pengeluarannya senominal tadi, belum lagi 3 bulan berikutnya dia terserang batuk dan harus berobat. Biaya pengobatannya gimana?

Padahal bisa dikaji lagi lho. Niat awal merantau / bekerja itu untuk apa dan untuk siapa?

Kalo siap memutuskan menjadi pecandu rokok, siap juga nggak kalo harus berobat ketika sakit yang disebabkan oleh kebiasaan merokok? Beneran udah siap?

Konklusinya, ibarat kata kalo mau menjadi pecandu rokok itu ya diusahakan kaya dulu. Jadi udah nggak mikir duit ini nanti dibagi-bagi untuk ini-itu. Kalo pun sakit, duit untuk berobat pun udah tersedia buanyak. Tinggal ngabisin aja. hehehe..

Sekali lagi saya tekankan di sini. Artikel yang saya bikin hanya ditujukan untuk orang-orang yang MAU BERPIKIR. Jadi, konten artikel ini tidak untuk ditelan mentah-mentah.🙂

Monggo kalo ada komentar.😉

2 Comments

Leave a Comment
  1. penuliscemen / Mar 25 2013 2:55 pm

    nah ini dia sebenernya yang belum dipahami orang Mas. ada yang paham eh malah kebanyakan ngeles. emang para perokok ini kebanyakan ngelesnya. rata-rata sih yang udah sadar dan berhenti ngerokok biasanya karena udah sakit kalau saya liat.

  2. mawi wijna / Apr 6 2014 2:46 pm

    Sebenernya para perokok itu dah tahu kok kalau merokok itu nggak sehat buat kesehatan. Lha menelan asap memang bikin sehat? Nggak kan?

    Tapi mereka abai, karena mereka mikirnya tiap orang akhirnya ya bakal mati, entah itu mati karena rokok atau hal lain. Terserah mereka sih mau mati pakai cara apaan, yang jelas jangan bawa-bawa orang lain buat ikutan mati dengan cara mereka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: