Skip to content
March 23, 2013 / kimsanada

Berani Mengakui Kesalahan?

Selain cewek berkaos atau bercelana ketat di artikel sebelumnya ini, saya juga pengen berbagi pemikiran tentang cowok yang SUKA MENYALAHKAN.

Ada yang punya pengalaman tentang salah-menyalahkan?

Monggo bercerita, saya dengarkan.. hehehee..

* * * * *

Menjadi seorang cowok, seringkali merasa berada setingkat lebih tinggi daripada cewek. Merasa lebih hebat, merasa lebih berani, merasa lebih kuat, merasa lebih benar daripada cewek. Faktanya? Belum tentu..

Semuanya mbalik ke fakta. Jangan cuma merasa aja. Lihat ke dalam diri kalian para cowok. Apakah perilaku kalian mencerminkan yang kalian rasakan? Atau itu cuma perasaan kalian aja? GR-nya kalian?:mrgreen:

Di sini, saya enggak berniat membandingkan antara cowok dengan cewek lho ya.. Aslinya ini berlaku juga untuk cewek.. Terkadang, perasaan benar sendiri itu bisa muncul dimana-mana.. Perasaan nggak mau kalah, padahal salah.. Perasaan nggak mau dikoreksi padahal udah parah..

Kadang kita dihadapkan pada situasi yang membuat kita dianggap bersalah. Kalo memang landasan kita itu benar adanya & kuat, kita bisa berargumen kalo dipersalahkan. Nah, kalo landasannya ternyata enggak benar, enggak kuat pula, intinya susah untuk diadu-argumenkan. Gimana tuh?

Kalo poin kedua yang terjadi, responnya mbalik ke orang yang bersangkutan. Dia mau legowo mengakui kesalahannya, atau bersikukuh menggenggam erat pandangannya meski ternyata salah. Karena nggak bisa dipungkiri, orang bertipe yang keras kepala meski salah ini, ada di sekitar kita. ˆ⌣ˆ

Nah.. Yang barusan saya bilang, masih mending lhoo.. Daripada orangnya udah salah, nggak mau mengakui kesalahannya, eh, malah menyalahkan orang lain / situasi. Adakah kamu yang seperti ini? ˆ⌣ˆ

Itu sih kalo saya boleh bilang, namanya PENGECUT. Setuju?😀

Contoh gampangnya gini..

Ada mahasiswa dapet tugas makalah. Dia tunda tugas itu sampai mendekati deadline, dia minjem tugas temennya. Pas hari H deadline, dia kumpulin deh tuh makalah. Pas ditanya dosen, “lho kok ini sama kayak tugasnya si ini ya? Kamu copy paste?”

Si mahasiswa njawab enggak melakukan co-pas, tapi dia malah menyalahkan si Anu yang ngopi tugas dia. Usai dicecar pertanyaan lebih dalam, dia menyalahkan durasi waktu tugas dari dosen. Terlalu singkatlah, bla bla bla..

Nah.. Itulah alasan..

Orang yang terbiasa menyalahkan orang lain / situasi, akan terbiasa punya mencari alasan. Itu namanya pe-nge-cut. Akurrr???😉

Hati-hati dalam berucap.. Apakah saya dan kamu termasuk yang suka mencari-cari alasan pembenaran? Ataukah yang GENTLE mengakui kesalahan.. Sekecil apapun itu.. Itulah mental kita yang sesungguhnya.

Berani mengakui kesalahan? ˆ⌣ˆ

2 Comments

Leave a Comment
  1. MasAndank / Mar 25 2013 3:15 am

    nah ini, berani mengakui kesalahan itu yang membangun sikap, sayangnya saya masih harus membangun sikap tersebut

    • kimsanada / Mar 25 2013 3:48 am

      Sama Mas.. Saya juga masih berupaya menjadi seorang yang gentle luar dalam..

      Salam olahraga, Mas..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: