Skip to content
April 24, 2012 / kimsanada

Susahkah Melayani dengan Baik?

Baru dapet kejadian tidak mengenakkan nih dari temenku. Si @Rifyant namanya. Sebuah kejadian yang berhubungan sama yang namanya pelayanan.

Alkisah Jum’at pagi tanggal 20 April 2012, @Rifyant ngendarain sepeda motornya. Dia berniat ngisi bahan bakar si motor karena indikatornya udah di bawah tanda merah. Low bensin gitulah.

Tibalah @Rifyant di sebuah SPBU yang masih relatif deket dengan Wonopringgo (di sebelah utara jembatan Surobayan). Dia ikut antrian. Kurang lebih ada 10 sepeda motor di depannya.

Nah, pas giliran @Rifyant dapet jatah ngisi bensin, eh, si operator bensinnya malah ke belakang. Apakah dia buang air kecil atau besar? Entahlah. Biar itu menjadi rahasia Tuhan, dia dan toilet.

Di kala mengantri, @Rifyant udah menggenggam selembar uang 50 ribu rupiah di tangannya. Jok sepeda motor udah dia buka, begitu pun dengan penutup bensin. Intinya, dia udah melakukan persiapan dengan baik.

Si operator bensin yang berjenis kelamin laki-laki itu pun kembali ke posisi tugasnya. Sebelum si @Rifyant bilang kalo dia mau ngisi bensin 10 ribu rupiah, eh, si operator bensin udah duluan ngomong gini saat ngeliat uang di tangan @Rifyant:

“Lungo wae Mas. Duit semunu nang kene ora ono susuke.”

Kalo di-Indonesiain jadi:

“Pergi aja Mas. Uang segitu di sini nggak ada kembaliannya.”

Bagaikan dapet lotere lima milyar, @Rifyant shock ngedenger ucapan itu. Begitupun dengan aku yang diceritain kisah derita ini. Bayangin aja, si operator ngomongnya kayak gitu. Main usir calon konsumen gitu aja. Tanpa bilang maaf, tanpa mimik muka yang enak dipandang mata. Temenku yang malang akhirnya memilih pergi dari tempat itu tanpa membeli setetes bensin. Juga tanpa protes sedikit pun karena dia enggan ribut.

Apa si operator itu nggak bisa nuker uang temenku tadi ke operator lain di SPBU itu? Padahal saat itu ada operator lain di sana. Atau dituker dulu sama isi dompet si operator.

Menurutmu, sudah tepatkah jika pelayanan yang ditunjukkin sama si operator itu termasuk pelayanan yang nggak pantas?🙂

Pernah ngalami hal kayak gitu? Atau mungkin lebih parah?

Silahkan berkomentar, Sob.🙂

8 Comments

Leave a Comment
  1. leoaw / Apr 30 2012 7:08 am

    Sudah bagus diberi konsumen kok malah diusir? Itu berarti mereka menolak rezeki.

    • kimsanada / May 11 2012 11:10 pm

      Iya, Mas.. Nolaknya berkategori sadis pula..

  2. Fajar / Apr 30 2012 11:19 am

    secara sekarang..sopan santun…telah hilang dari bumi pertiwi…

  3. Sholihin (@zholieh) / May 14 2012 8:03 am

    Lagi gak mood melayani mungkin mas, haha😀
    Bapakku pernah masuk ke pom bensin dari arah jalur keluar, ya karena memang kondisi jalan saat itu sedang ramai sehingga lebih mudah masuk lewat jalan keluar. Eh sama petugasnya malahan disuruh puter balik diulangi lagi lewat jalan masuk. Memang sih bapakku yang salah, tapi karena kondisi dan dibilang seperti itu akhirnya gak jadi beli bensin di situ hehe…..

    • kimsanada / May 14 2012 8:36 am

      Kali aja lagi nggak mood mas..
      Tapi temennya temen yang aku ceritain di artikel di atas juga ada kok yang bernasib sama. Masak iya lagi nggak mood terus?😆

  4. P E / May 21 2012 9:34 pm

    Kalo disini mah sering ribut antara sesama pengantre. Maklum antrean ngisi BBM di daerah saya jarang kurang dari panjang 20 meter. Dimulai dari tengah malam. Pagi2 udah kayak showroom aja…

    Sedih sebenarnya😥

    • kimsanada / May 24 2012 7:12 pm

      Duh.. Sampe sebegitunya ya.. Nggak kebayang kalo sering ribut karena ngantri kepanjangan gitu.
      Kalo boleh tau di mana itu, Sob?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: