Skip to content
December 6, 2011 / kimsanada

Butuh Kritik dan Saran nih, Gan..

Makasih untuk temen-temen yang udah ngeluangin waktu membaca beberapa cerpenku.😀

Walaupun mungkin beberapa di antaranya nggak sengaja membaca, tapi makasih udah ngasih feedback. Aku butuh saran dan kritikan untuk cerpen-cerpenku, buat perbaikan di masa mendatang.

Aku merasa tertantang saat menerima tantangan #NovemberMenulisBlog dari @dheaadyta. Di akhir bulan, lahirlah beberapa cerpen. Nggak banyak sih. Sebenarnya buat ngelunasin utang tema yang belum aku tulis.:mrgreen:

Buat yang pengen ngasih masukan atau kritikan, silahkan simak dulu beberapa judul dengan tema berbeda ini:

Prioritas itu Kudu Diperjuangin!

Gue tanya sekali lagi padanya.

“Hei, Dar! Apa maksud lo ngumpetin kunci motor gue???”

Haidar hanya senyam-senyum saja. Cengar-cengir kayak kerbau dicocok hidungnya. Mimik mukanya tetep tengil minta ditonjok.

Kunci motor yang tadi sempet ngilang, udah kembali di tangan gue. Tapi terlambat. Semuanya udah kacau. Agenda yang udah gue susun jadi berantakan gara-gara Haidar, teman sejurusan yang tengil itu.

“Gue udah nyusun jadwal susah payah buat hari ini, tapi lo berantakin semuanya!”

Lanjut baca, klik di sini gan.

– – –

Kita Akan Menyusul Mamah..

Seorang anak perempuan berusia 5 tahun bertanya pada ayahnya.

“Pah.. Mamah kemana?”

“Mamah lagi pergi liburan..”

“Kok nggak ngajak aku sih.. Mamah jahat..”

“Mamah nggak jahat, Sayang.. Mamah cuma lagi nyiapin tempat yang indah buat kita di sana.. Biar lebih indah..”

“Oh, gitu ya, Pah.. Tapi kapan kita nyusulnya?”

“Sebentar lagi, Sayang.. Kamu tunggu dulu ya di sini. Papah mau nyiapin kendaraan buat nyusul mamah..”

Mau lanjut? Klik di sini aja gan.

– – –

MoodBoosterku itu Kamu

Kubaca untuk kesekian kalinya SMS kiriman Disna.

Helmi udah minum obat, kan? Harus nurut ya, apa kata dokter sama suster.. Lusa Disna jenguk Helmi kok.. :)

Ya. Dia, Disna, cewek yang lagi ku tunggu-tunggu. Udah seminggu ini aku di rumah sakit. Udah seminggu pula aku nggak liat Disna. Kangen? Iya.

Baru tiga hari jadian, aku langsung diserang tipes. Badan lemes banget, kepala pusing nggak karuan. Akibatnya, komunikasi dengan Disna hanya bisa ku lakukan lewat hape. Telpon sekedarnya, selebihnya SMS.

Lanjutannya mana? Klik aja di sini bro sist.

– – –

Kita Putus dan Itu Menggelikan

Ku baca ulang status terbaru Facebookmu.

Bagus! Lo mutusin gue dengan seenaknya! Banci lo!!

Kau tulis satu jam yang lalu. Lengkap dengan beberapa komentar di bawahnya, yang kebanyakan bertanya tentang hubungan kita.

Rasanya menggelikan.

Tidakkah kau ingat ucapanmu suatu kali? Kau bilang, kau berjanji tidak akan bermain api di belakangku. Lupakah kau dengan perkataanmu sendiri?

Mau tau kelanjutannya? Monggo klik di sini.

– – –

Tolong Jangan Katakan Ini Pada Siapa pun

Tolong jangan katakan ini pada siapa pun, termasuk pada gadis manis itu. Gadis berwajah putih semi oriental dengan hidung mungil. Gadis yang tingginya nggak lebih dari bahuku. Gadis yang suka mengenakan pakaian serba biru dan tiap ke kampus berkendara sendirian. Dalam benakku, dia tipe perempuan mandiri.

Aku suka penampilan minimalisnya. Hampir tanpa make up, tapi tetap manis. Sedap dipandang mata. Aku tak pernah bosan untuk mencuri-curi pandang ke arahnya.

Bersambung ke sini, gan..

– – –

Mau Tau Aja Urusan Orang

Aduh.. Apa-apaan sih tuh orang. Sepagi ini udah nanyain materi tugas macem-macem. Iya, iya, aku emang dapet jatah yang itu, tapi nggak perlu seintens ini kali ngingetinnya.

Yak. Begitulah pagiku. Udah semingguan ini, pagiku hampir selalu diisi dengan ritual pembacaan pesan singkat dari Mbak Nora. Isinya pun nggak jauh dari yang namanya tugas kuliah. Sekali dua kali, bolehlah ngingetin. Ini kok berkali-kali. Keseringan. Dikiranya aku nggak punya kegiatan lain apa, ya.

Beberapa kali ku putusin untuk nggak bales SMSnya. Tapi percuma. Dia selalu ngirim ulang isi SMS yang sama sampai aku membalas sesuai keinginannya.

Nggak usah nunggu lama kelanjutannya, gan. Klik di sini aja.

– – –

Kamu Nggak Inget?

Sebulan yang lalu sih asik-asik aja habis jadian sama Wina. Dia cantik, langsing, tipe idaman setiap anak cowoklah di sekolah ini. Anak pengusaha kaya pula. Tajir abis. Pantaslah kalo banyak yang ngebet pengen jadi cowoknya.

Aku, jadi cowok paling beruntung di antara semua cowok lain di sekolah ini. Tanpa ku sangka Wina nembak aku. Dia memohonku untuk jadi cowoknya. Ah, menyenangkan. Aku tanpa perlu bersusah payah ngebawain bunga atau segala macem tetek bengeknya buat memenangkan hati Wina. Sekalipun sejak awal melihatnya, aku sudah menyimpan perasaan berlebih. Tapi yah, aku sadar diri kok.

Kalo nginget waktu itu, aku berasa menjadi pemenang tanpa perlu berkompetisi. Dalam hati aku menertawai bermacam perilaku kawan-kawanku demi mendapatkan Wina. Usaha mereka telah gagal total. Pupus semua. Hahaha.

Meluncur aja ke sini, gan, kalo mau tau kelanjutannya.

– – –

Jangan malu-malu buat memberondongku dengan bermacam saran ataupun kritikan. Yang penting jujur apa adanya ya. Ditunggu. Makasih..🙂

5 Comments

Leave a Comment
  1. RiMuTho / Dec 6 2011 4:03 pm

    maaf nanti aja ya

    lagi muntah eh,lagi mumet nih otak

  2. gadgetboi / Dec 8 2011 9:45 am

    saya melihat sepertinya hakim lebih cocok menjadi penulis bergenre narasi seperti tulisan “Tolong Jangan Katakan Ini Pada Siapa pun..” *sok kritikus*:mrgreen: … kayaknya “jiwa”nya di situ deh *padahal engga tahu apa yang diomongin* …:mrgreen: mungkin pengaruh apa yang hakim baca atau referensinya ke situ tapi memang bener kok di cerita “Tolong Jangan Katakan Ini Pada Siapa pun..” tulisan hakim disitu mengalir bebas:mrgreen: … *kalau sekarang itu pendapat saya dari dalam hati lho …😀 *

    • kimsanada / Dec 12 2011 4:41 pm

      Muantap.. Makasih Mas Rangga.😀
      Memang sih, di cerpen yang itu aku berasa kayak curhat, tapi endingnya aku belokin. Tokohnya udah nikah.:mrgreen:
      Nanti aku eksplor lagi cerpen model kayak gitu.🙂

  3. Oddie / Dec 14 2011 1:45 am

    Perahuku berlayar juga ke sini..

    Belum sempat baca banyak cerpen, baru intip-intip kece aja🙂
    Tapi, ane cendol lu, gan!

    Beberapa, alurnya runut.
    Penulisannya juga rapi, gak jorok EYD.
    Konfliknya aja yang perlu diruncingin lagi, biar menusuk balon hijau di benak pembaca. DHUARRR!

    Salam kenal dan sok teu.
    Keep on writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: