Tolong Jangan Katakan Ini Pada Siapa pun

Tolong jangan katakan ini pada siapa pun, termasuk pada gadis manis itu. Gadis berwajah putih semi oriental dengan hidung mungil. Gadis yang tingginya nggak lebih dari bahuku. Gadis yang suka mengenakan pakaian serba biru dan tiap ke kampus berkendara sendirian. Dalam benakku, dia tipe perempuan mandiri.

Aku suka penampilan minimalisnya. Hampir tanpa make up, tapi tetap manis. Sedap dipandang mata. Aku tak pernah bosan untuk mencuri-curi pandang ke arahnya.

Kalau tentang bibirnya, udah bawaan dari sananya begitu. Selalu tersenyum. Dalam diam dia tersenyum, apalagi saat menyapa orang. Saat senyumnya bertemu pandangku, aku nggak kuat berlama-lama menikmatinya. Aku tak mau tertangkap basah jika wajahku merah padam.

Aku hanya berani melempar pandang dari kejauhan. Sekali pun kita sedang berdekatan untuk suatu keperluan tertentu, aku tetap merasa jauh darimu. Anganku terlampau jauh untuk mengharapkanmu. Nyaliku terlalu kecil, berbanding terbalik dengan ukuran badanku.

Aku selalu punya alasan untuk bersemangat pergi ke kampus. Untuk melihatmu, melihat senyummu. Tapi itu berlaku dulu. Kamu hanya tersisa sedikit di memoriku. Wujudmu hanya tinggal foto di album kenangan kuliahku. Ku lirik jari manis kananku. Aku tak pernah lupa jika sebuah cincin telah melingkar di sana.

Ini rahasiaku. Tolong jangan katakan ini pada siapa pun, termasuk pada gadis manis itu, juga pada perempuan yang memiliki pasangan cincin seperti di jari manisku ini.

– – –

P.S: 
Cerpen ini untuk ngelunasin utang #NovemberMenulisBlog edisi 24 November 2011, bertema: rahasia. :)
Advertisements

11 thoughts on “Tolong Jangan Katakan Ini Pada Siapa pun

  1. woh, baca ini rasanya kayak aku sendiri yg bercerita (tapi bukan gadis manis –“) . now i feel like that :O
    cuma, aku pengen akhirnya cincin yang ada di jariku itu cincin dari dia 😀
    hahaha

    bagus cerpennya :))

  2. Menjadi secret ad mirer?
    ini seperti kisah yang sedang saya alami sejak tahun tahun 2008, bahkan sampai saya memiliki kekasih yang sah.

  3. Pingback: Butuh Kritik dan Saran nih, Gan.. « Kimsanada's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s