Skip to content
November 12, 2011 / kimsanada

Ssstt.. Ternyata Dia Mendua

Dalam mengarungi hidup, terkadang kita dihadapkan pada dua atau lebih pilihan. Semuanya menjanjikan manfaat buat kita. Keputusan untuk fokus pada satu hal atau memilih untuk mengerjakan dua hal dalam waktu (hampir) bersamaan menjadi pilihan khusus bagi orang yang bersangkutan.🙂

Sebuah contoh, ada seorang kawan yang statusnya masih mahasiswa. Dia tergolong mahasiswa yang cepet nyerap ilmu saat di kelas. Suatu saat dia ditawari untuk masuk berorganisasi, dan dia setuju. Masuklah dia pada organisasi itu, sebut aja ABC. Santai, itu bukan merk kopi kok, hanya sekedar nama samaran organisasi.:mrgreen:

Entah kenapa kinerja si kawan, biar gampang sebut aja dia Mas Alay, lama-lama kok tenggelam nggak berbekas. Awalnya ngebantu organisasi, tapi lama-lama mundur teratur. Kalo rapat sering nggak ikut. Kalo ada event dia beralasan ini-itu. Di benak temen seorganisasi pasti bertanya-tanya, ada apa gerangan?

Investigasi dilakukan. Ditemukanlah fakta bahwa Mas Alay ternyata punya usaha pribadi. Jadi, selain kesibukan kuliahnya, dia berupaya mengembangkan usahanya biar sukses. Aku termasuk yang merasa kagum manakala dapet info kalo Mas Alay ini si empunya usaha. Statusnya bukan bawahan, tapi atasan, men..

ilustrasi Mendua (blog.fathah.net)

Oke, fakta udah didapet. Hal yang disembunyikan si Mas Alay telah berhasil dikuak. Temen-temen seorganisasi udah ngerti peta situasinya. Kesimpulan yang diambil adalah: Mas Alay telah mendua. Dia udah selingkuh. Dia berada di antara urusan organisasi internal kampus dan pekerjaan.

Memang nggak bisa dipungkiri kalo Mas Alay cenderung berat milih ke pekerjaan. Di sana dia memperoleh uang dari kerja kerasnya bersama tim yang dia bangun. Hasil kerja itu bisa dia gunain untuk bayar kuliah, plus tabungan sebagai investasi masa depan. Sedangkan bersama organisasi internal kampus, yang dia dapet bukanlah dalam bentuk uang. Hasilnya nggak bisa untuk bayar kuliah dan tabungan investasi masa depan. Sebagai manusia normal, kecenderungan milih pekerjaan bisa jadi lebih diutamakan.🙂

Kegiatan dalam organisasi ABC menghasilkan pengalaman suka dan duka bersama, bukan dalam bentuk uang. Organisasi itu memang non-profit, bergerak di bidang pendidikan-sosial kemasyarakatan.🙂

Pilihan Mas Alay untuk mendua pun, menurutku nggak masalah, asalkan dia bener-bener berupaya memberi sumbangsih terbaik untuk keduanya. Jikalaupun dia lebih milih pekerjaan, itu bukan menjadi suatu masalah. Yang penting dia bisa menyisihkan sedikit waktu untuk organisasi. Kalaupun nggak bisa memberi kontribusi secara langsung dengan hadir di tempat rapat atau hari H kegiatan, bisa juga kan menampakkan diri melalui ide, saran, atau kritik yang membangun. Poin itu yang ternyata nggak dia terapkan.

Mas Alay udah keasikan berbisnis hingga melupakan organisasinya. Lupakah dia bahwa di dalam organisasi juga ada temen-temen yang punya hati? Lupakah dia bahwa di organisasi itu, ada temen-temen yang punya kesibukan lain tapi tetep meluangkan waktu untuk menghidupkan organisasi? Atau saking sibuknya, dia nggak mampu melihat itu semua. Hanya Tuhan dan dia sendiri yang tahu.

Ini bukan kisah fiktif, tapi ini fakta. Adakah yang bernasib sama? Memilih untuk mendua? Udah mampukah bersikap adil?😉

6 Comments

Leave a Comment
  1. kyra.curapix / Nov 13 2011 7:12 am

    kalo mendua makin bingung saya,,hahaha
    mending fokus aja,hohohoh

  2. lozz akbar / Nov 13 2011 2:37 pm

    hehehe sering terjadi tuh dalam kehidupan berorganisasi.. tergantung pribadi deh nurut saya. Kalau menganggap organisasi sebagai sesuatu yang tidak menghasilkan materi, yo saya oikie wajar mas Alay mendua..

    cari duit penting, tapi berorganisasi juga saya rasa penting, soalnya ilmu-ilmu dan pengalaman saat kita bergoanisasi pasti nanti dibutuhkan dalam mencari duit🙂

  3. sulunglahitani / Nov 13 2011 11:27 pm

    waaah, kalau saya mah organisai ya organisasi saja
    jgnkn smbil kerja, ada yg nawarin orgnss lain j g mau
    takut g fokus

  4. Asop / Nov 14 2011 11:45 am

    Oalah, mendua bukan dalam hal kekasih, toh?:mrgreen:

  5. ilcharama ilyas (@ilcharama) / Nov 15 2011 8:19 pm

    Banyak yg mendua, bahkan mensetrusnya,
    Tapi g sedikit yg tetep sukses semua kok
    Walau lebih banyak yg kaco

Trackbacks

  1. Jaraknya Semakin Dekat Jika Diperjuangkan « Kimsanada's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: