Skip to content
November 11, 2011 / kimsanada

Apa Libur itu Selalu Enak?

Bagi kebanyakan orang kalo dikasih jatah yang namanya libur, pasti mau. Iya, nggak?๐Ÿ˜‰

Begitupun dengan aku. Kamu juga, kan?๐Ÿ˜‰

Apalagi saat kerjaan lagi banyak-banyaknya. Tentu kalo dikasih libur pasti bakal kerasa nikmatnya.

Bersyukurlah saat kita yang lagi menempuh pendidikan dengan masih nodong uang pada orangtua. Pas dapet jatah libur, kita bisa nyantai. Bisa aja kita males-malesan.

Bersyukurlah saat kita yang sibuk dengan pekerjaan diberi jatah libur, atau sengaja cuti berlibur untuk menenangkan diri dari hiruk-pikuk beban kerja.

Tukang Becak (zahrakhan.wordpress.com)

Berbeda cerita kalo saja para tukang becak ngambil cuti dari rutinitasnya, anak-istri di rumah mau makan apa? Bagaimana jika kuli angkut di pasar sengaja libur satu hari saja ngikuti kebiasaan pegawai? Lalu apa yang terjadi kalo pengamen jalanan ikutan libur nggak nyanyi?

Apa libur itu selalu enak?

Secara esensi, iya. Libur itu pasti enak. Hanya saja kalo dihadapkan dengan situasi, rasanya bisa berubah 180 derajat. Bukan bermaksud mengekspos jenis pekerjaan semacam tukang becak, kuli angkut pasar atau pengamen jalanan, tapi justru dari merekalah kita bisa belajar.

Kalo saja mereka ikutan libur, urusan dapur mereka gimana? Kalo saja mereka nggak bekerja keras, gimana dengan kebutuhan mendasar mereka? Paling dasar, gimana dengan urusan makan mereka?๐Ÿ™‚

Di sela-sela bekerja, tentu mereka bisa beristirahat sebentar. Mereka memanfaatkan waktu yang sebentar untuk sekedar merasakan nikmatnya istirahat. Mereka bisa berlibur sejenak, bukan libur ala siswa atau pekerja kantoran.

Alangkah asiknya kalo suatu ketika kita bisa menggunakan jasa mereka. Kita bantu pekerjaan mereka dengan keahlian yang mereka punya. Ada kalanya mungkin kita naik becak, ada kalanya mungkin kita minta kuli angkut ngebawa barang belanjaan dari pasar, ada kalanya juga kita minta pengamen jalanan untuk konser kecil-kecilan. Biar mereka nggak libur, biar dapur mereka tetep ngepul.๐Ÿ™‚

Kalo kita udah kaya, bolehlah sesekali ngasih segepok uang biar mereka bisa libur untuk beberapa hari. Atau gantian kita yang mengerjakan tugas mereka sesekali. Mereka berhak dapet libur.๐Ÿ™‚

Jangan biarkan diri kita lupa dengan keberadaan mereka, karena pekerjaan mereka jauh lebih mulia daripada orang berdasi di kantoran yang nyalahgunain wewenang.๐Ÿ™‚

2 Comments

Leave a Comment
  1. jarwadi / Nov 12 2011 6:54 am

    bagi tukang becak di yogya? kalau musim liburan mereka pasti seneng kegirangan, kan banyak yang berlibur di yogya, hehe

    saya sendiri umumnya seneng dengan liburan, tapi kalau sedang tidak ada duit dan liburan terlalu lama malah terasa membosankan๐Ÿ˜ฆ

  2. Asop / Nov 14 2011 7:44 pm

    Nggak selalu enak.๐Ÿ˜

    Bagi mahasiswa yang lagi skripsi, setiap hari itu adalah emas. Waktu untuk membaca buku, membaca jurnal ilmiah, rasanya 24 jam sehari itu gak cukup, pengen minta tambahan beberapa jam dalam sehari.๐Ÿ˜

    Mana perpustakaan hanya buka sampai hari sabtu aja, minggu nggak buka.

    Jadi, bagi yang ngejar wisuda cepet, tanggal merah di hari kerja itu menjengkelkan. Kecuali kalo punya kenalan petugas perpustakaan yang bisa menyelundupkan kita ke dalam perpus pas hari minggu. Hehe…:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: