Skip to content
November 10, 2011 / kimsanada

Ini Rindu Versiku

Hari ini tepat Hari Pahlawan.

Banyak cara yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan untuk hari spesial ini. Beberapa contohnya aku kutip berikut ini:

Dari http://berita.liputan6.com/read/362282/aneka-acara-memperingati-hari-pahlawan

“Ratusan pelajar Sekolah Dasar Negeri Margorejo Solo, Jateng, memilih membersihkan Monumen Perjuangan 45 yang terletak di Taman Kota Banjarsari, Solo, Kamis (10/11). Sebelum bersih-bersih dimulai, para siswa menyanyikan lagu-lagu perjuangan untuk membangkitkan rasa kecintaan terhadap Indonesia.

Para siswa kemudian mengumpulkan sampah. Membersihkan anak tangga hingga menyapu halaman monumen. Semua dilakukan dengan gembira. Apalagi, usai bersih-bersih, mereka bisa membaca buku-buku sejarah pahlawan yang disediakan oleh mobil pintar milik Pemerintah Kota Surakarta.”

Ada juga dari http://www.voanews.com/indonesian/news/Peringati-Hari-Pahlawan-2000-Warga-Poso-Usung-Bendera-Merah-Putih-ke-Ibukota-Poso-133603418.html

“Untuk memperingati Hari Pahlawan, warga dari 27 desa di enam wilayah kecamatan, mengusung dua bendera Merah Putih sepanjang 100 meter menuju ibu Kota Kabupaten Poso.”

Lalu, gimana kalo dibandingkan dengan berita ini:

http://www.detiknews.com/read/2011/11/09/174707/1763981/10/demo-sambut-hari-pahlawan-mahasiswa-uij-bakar-ban

Perbuatan itu sampai dianggap mengganggu orang di sekitar, salah satunya mengeluhkan hal tersebut. Berikut kutipan beritanya:

“Sayangnya tak semua orang setuju dengan aksi tersebut. Seperti salah satu yang dikeluhkan seorang warga bernama Suwarsono (46). Ia justru terganggu dengan aksi mahasiswa itu.

“Saya merasa terganggu dengan adanya demo terutama para pengguna jalan. Saya tidak melarang tapi jangan sampai mengganggu orang jalan. Jangan sampai membuat macet kan banyak yang pulang kerja,” keluhnya.”

– – –

Jam sembilan tadi aku nonton berita di Tv One. Aku sama sekali nggak kaget pas liat tayangan mahasiswa demo yang bakar ban terus bentrok sama petugas yang ngamanin jalannya demo. Berita semacam itu udah biasa menghias media kita, tapi tetep aja miris rasanya nonton begituan.

Entah aku kurang tau sama apa yang dipikirkan pemuda-pemudi berlabel mahasiswa semacam itu. Memperjuangkan sesuatu yang katanya untuk kepentingan rakyat, tapi dengan model anarkis. Mustahil kalo di perkuliahan, mereka diajarin cara-cara semacam itu.

Selama masih mahasiswa, nggak ada tuh dosenku yang ngajarin mahasiswanya demo bikin rusuh, demo bakar ban, atau demo bentrok sama petugas berwajib. Yang ada justru sebaliknya, aku dan kawan seperjuangan selama di perkuliahan diajarkan untuk tetap tertib selama berdemo.

Kalo memang ada sesuatu yang pantas diperjuangkan melalui demo, ya lakukanlah, tapi tetep dalam koridor sopan santun. Setauku, mahasiswa itu bukannya generasi intelek, kan? Kenapa saat berdemo malah berperilaku 180 derajat? Nggak masuk akal, cuy. Menggelikan rasanya..😆

Aku pikir, kasian juga bangsa ini kalo adat demo merusak dilanjutkan. Kalo mahasiswa yang berbuat seperti itu udah lulus dan duduk di kursi jabatan negara ini, nggak kebayang deh gimana kebijakan yang muncul kelak. Apa pasti memihak rakyat? Atau malah berlaku anarkis sebagaimana kebiasaan ketika masih jadi mahasiswa? Hayo.. Mau pilih mana?:mrgreen:

Menurutku sih daripada sekedar demo yang destruktif, mending mahasiswa nyari ide kreatif buat bikin usaha. Contoh aja kayak Mas Saptuari Sugiharto pemilik Kedai Digital. Dia udah pontang-panting nyari pengalaman kerja dari semasa dia kuliah, hingga akhirnya bisa sukses dengan Kedai Digitalnya. Belakangan ini aku berusaha ngikutin sepak terjang Mas @Saptuari di televisi. Beberapa videonya udah aku download dari akun: http://youtube.com/saptuari.

Ini salah satu sepak terjang Mas Saptu di tivi:

Contohlah kegigihannya dalam berjuang untuk menghidupi keluarga, juga untuk menjadi manfaat bagi orang lain. Iya, dia udah berprinsip ingin bermanfaat untuk orang lain. Bukti nyatanya, cabang usahanya udah dibuka dimana-mana. Itu artinya, udah banyak orang yang bekerja di bawah usaha rintisannya.🙂

Selain itu, dia juga ingin membantu sesama. Melalui sedekahrombongan.com, dia berupaya ngumpulin dana sebanyak-banyaknya untuk kemudian disalurkan kepada orang yang berhak menerima. Untuk memantau kinerja www.sedekahrombongan.com, silahkan bisa menuju langsung ke situsnya.🙂

Mahasiswa yang berjuang bikin usaha itu kan bisa ngebantu pemerintah lho. Bukannya malah ngerepotin pemerintah. Kasian kan, kalo pemerintah harus mungutin sampah bekas bakaran demo setiap saat?:mrgreen:

Kalo mahasiswa bikin usaha, atau setidaknya bekerja pada orang lainlah, tentu angka pengangguran sedikit banyak bakal berkurang. Khusus yang udah bikin usaha, kan lumayan kalo bisa nyediain lapangan pekerjaan untuk orang lain. Pemerintah bener-bener terbantu, kan? Nggak hanya demo-demo semata. Hehehe. Lalu, produk hasil ide kreatif dan inovatif mahasiswa bakal bertebaran dimana-mana. Asik nggak tuh..😀

Begitulah kiranya, gambaran orang-orang masa kini. Ada yang berjuang untuk tujuan baik tapi ternyata (dengan sadar atau tidak) cara yang digunakan enggak pantas. Ada juga yang berjuang untuk kebaikan dan tetap berada di jalur yang benar.🙂

Aku rindu generasi yang bener-bener cerdas lahir batin. Kalo benar kita perindu generasi semacam itu, yuk perbanyak perilaku positif kita yang bermanfaat untuk lingkungan.🙂

Dari pejuang seperti Mas Saptuari, aku belajar untuk menjadi pribadi mandiri dan bermanfaat untuk orang lain. Aku merindukan bangsa Indonesia menjadi makmur lagi seperti dulu. Aku pun akan berkontribusi untuk mewujudkannya lewat caraku.🙂

Masa depan bangsa ini (masih) di tangan kita. Iya, kan?🙂

5 Comments

Leave a Comment
  1. giewahyudi / Nov 10 2011 11:08 pm

    Wah ternyata di sini banyak tokoh pahlawan yang dibahas..

  2. nanairo namida / Nov 11 2011 5:14 am

    kecewa dengan orang indonesia…

  3. Mila / Nov 11 2011 5:52 am

    semoga kita bisa menjadi pahlawan untuk banyak orang, setidaknya menjadi pahlawan diri sendiri dulu
    🙂

  4. Hanif Mahaldi / Nov 11 2011 6:38 am

    hm… klo aq ngapain ya? hihihi. ya, cuma ngejob aja seperti biasa.

  5. irfan handi / Nov 11 2011 7:54 am

    Terus kobarkan semangat juang.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: