Skip to content
September 23, 2011 / kimsanada

Sekali-kali Boleh, Dong..

Miris saat membaca berita ini.

Metrotvnews.com, Nganjuk:

Seorang warga miskin terbujur kaku di lahan milik PT. Kereta Api Indonesia di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Ironisnya, korban tewas karena kelaparan dan penyakit yang dideritanya.

Tak berlebihan jika kita menyebut Suwardi tewas karena kemiskinan. Pasalnya, warga miskin dari Desa Kandang Rejo, Bogor, Nganjuk, itu hanya berprofesi sebagai pemulung barang bekas. Bahkan, rumah korban terletak di dekat penampungan sampah.

Lelaki tua itu hidup sebatang kara. Tiap malam, ia hanya tidur beralaskan tikar di dekat areal pembuangan sampah. Bahkan, ia tidur di areal tanah yang bukan miliknya itu, tanpa ada atap yang melindunginya dari terik dan hujan.

Seorang teman Sumardi mengatakan, sudah dua minggu lelaki tua itu menderita sesak nafas. Karena tak punya duit, Sumardi pun menahan rasa sakitnya sendiri. Pasalnya, jangankan untuk berobat, untuk makan saja susah. Ajal pun menjemputnya. Pemulung tua itu meninggal berbalut kemiskinan yang membelitnya.

Kisah Sumardi, hanya salah satu potret dari kegagalan negara mengimplementasikan amanat Undang-undang Dasar 1945. Padahal, dengan terang Undang-undang Dasar 1945 menegaskan lewat Pasal 34 ayat 1 bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.(****)

Miris beneran kan?

Gimana enggak coba, seorang pemulung “pulang” karena kelaparan. Dia miskin.

Bukankah ini sebuah masalah?

Kekayaan negara malah ditilep oknum pejabat. Harusnya kan untuk mendukung penerapan peraturan yang dibikin, tapi malahan dipake untuk menggendutkan rekening pribadi. Oknum-oknum itu belum pernah ngalamin sih yang namanya kelaparan.

Boleh nggak ya, oknum pejabat penilep duit rakyat itu dilaparin? Sekali-kali aja deh biar ngerasain, jangan dapetnya yang enak-enak mulu, ya Om..

2 Comments

Leave a Comment
  1. Asop / Sep 23 2011 5:40 pm

    Masya Allah…. saya gak tahan baca berita ini…😥

  2. ilcharama ilyas (@ilcharama) / Sep 23 2011 7:56 pm

    pertanyaannya,
    bisakah mereka mendengar atau melihat, atau mungkin sekedar tau aja?
    jengah dengan semua ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: