Skip to content
September 19, 2011 / kimsanada

Rok Mini, Perempuan dan Lelaki

Ngomong-ngomong, rok mini ternyata mendapat perhatian serius dalam beberapa hari ini. Berawal dari munculnya kasus perkosaan dalam mobil angkot, dilanjutkan dengan tanggapan gubernur DKI Jakarta mengenai kasus itu yang dianggap telah menyudutkan perempuan.

Nggak lama setelah melepaskan tanggapan yang dianggap kontroversial itu, Foke segera minta maaf ke publik dengan alasan pernyataannya bisa multitafsir. Sebagai seorang terkenal, keadaan bisa menjadi sulit ketika tanggapan yang keluar dianggap beberapa pihak telah menyakiti. Aku sendiri sih, memaklumi hal itu. Semoga menjadi koreksi tersendiri bagi yang bersangkutan untuk lebih berhati-hati dalam mengemukakan pernyataan.

Meskipun udah minta maaf, ternyata beliau tetep aja mendapat protes keras dari sekumpulan perempuan yang mengenakan rok mini. Yang intinya, mereka menyatakan bahwa jangan menyalahkan cara berpakaian mereka karena menurut mereka nggak ada yang salah dengan hal itu. Yang salah itu cara berpikir lawan jenis mereka yang serba mesum.

Bagaimana kisah selanjutnya?

Aku masih memantau kelanjutannya.

Oke, mengenai rok mini yang dianggap bukan hal yang salah bagi pemakainya, ya silahkan. Itu pilihan masing-masing orang. Udah pada gede kan ya, pasti punya pertimbangan masing-masing.๐Ÿ™‚

Sewajarnya, seorang laki-laki itu harus melindungi perempuan, bukan malah menganiayanya. Yang tega melakukan penganiayaan, kalo aku bilang: nggak gentle sama sekali. Kemasan sih boleh kekar dan sangar, tapi kalo malah digunakan untuk nganiaya orang lain, ya kasihanlah si empunya otot gede itu. Sama sekali nggak ada gunanya punya badan bertenaga lebih.๐Ÿ™‚

Aku nggak bilang kalo perempuan itu selalu lemah, karena memang ada juga sebagian yang jauh lebih berani dan kuat dari laki-laki. Berhubung jaman ini tambah edan, alangkah mulianya seorang perempuan mampu lebih menjaga diri. Mawas diri saat di tempat ramai maupun sepi. Selalu siap dengan alat bantu semprot nyamuk atau semacamnya.

Kita semua lahir dari rahim seorang perempuan, apa pantas jika kita menyakiti perempuan?

Bagaimana jika ibu atau saudara perempuan kita yang menjadi korban?

Yang cowok semoga lebih mampu menahan hawa nafsu, yang cewek semoga lebih mampu berekspresi tanpa memancing hawa nafsu lawan jenis.

Peristiwa yang udah terjadi semoga dapat diambil hikmah dan pembelajaran untuk semua pihak tanpa saling menyalahkan.๐Ÿ™‚

5 Comments

Leave a Comment
  1. tomi / Sep 19 2011 5:20 pm

    pria dan wanita harus saling mengendalikan diri mas..
    yg pria harus mengontrol diri, yg wanita jgn memakai pakain mini dan mengumbar aurat..

    seperti kata bang napi, kejahatan bukan hanya tjd karena ad niat dari pelaku, tp karena ada kesempatan hehehe..

    • Kim / Sep 24 2011 5:00 pm

      Adalah betul mas bro..
      Tapi sampai saat ini, hal itu masih jadi teori semata.
      Belum banyak yang mampu menerapkannya.
      Ngenes tenanan..

  2. Asop / Sep 21 2011 3:10 pm

    Semoga wanita yang menggunakan rok mini itu siap menerima konsekuensi dosa.๐Ÿ˜

  3. Hybrid car / Sep 21 2011 7:25 pm

    sebenarnya masalah benar tidaknya, kita kembalikan saja ke hati nurani masing-masing. Ini sensor paling ampuh yag diberikan Sang Pencipta kepada kita….๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: