Skip to content
August 8, 2011 / kimsanada

Ramadhan dan Tarawihnya Anak-anak

Nggak kerasa udah hampir nyampe sepuluh hari pertama Ramadhan, nih…😀

Apalagi yang nggak puasa, pasti lebih nggak kerasa. Hayo ngaku..😛

Mumpung ini artikel pertama di bulan ini, dan belum telat-telat amat aku mau ngucapin selamat berpuasa untuk teman-teman yang menjalankan. Semoga dapet berkah puasa Ramadhan. Amin..🙂

pangedulan.blogspot.com

Hampir sama kayak tahun kemarin, puasa Ramadhan kali ini pun aku habiskan di rumah kos, di Semarang punya. Berhubung ada urusan yang perlu aku selesaikan, maka di tempat inilah aku sahur dan berbuka. Cuma bedanya, sekarang aku sendirian, dua kawan kosku udah balik ke kampung halaman masing-masing. Nggak ada keramaian senda gurau lagi. Kalo diterusin bakal jadi sedih berkepanjangan nih.:mrgreen:

Nah, yang namanya puasa Ramadhan, tentulah identik sama shalat tarawih, karena memang hanya ada di bulan spesial satu ini. Jadi, ruginya banget dan nggak ketulungan seandainya nggak mendirikan shalat tarawih.🙂

Syukur alhamdulillah di bulan suci ini, masjid dan musholla jadi banyak yang makmurin. Mulai dari shalat berjama’ah, tadarusan hingga ngantri jajan / makanan untuk buka saat bedug maghrib.🙂

Pemakmur masjid dan musholla pun pastilah terdiri dari bermacam usia. Mulai dari anak-anak hingga eyang-eyang. Asiklah pokoknya. Semoga sih setelah Ramadhan berlalu pun, para pemakmur tetap setia menghuni rumah Allah. Amin.🙂

Dari bermacam usia tadi, terutama anak-anak, tampaknya perlu ada bimbingan khusus dari orang yang lebih tua, lebih khusus orangtua mereka. Berdasarkan pengamatanku, anak-anak yang turut ambil bagian untuk menjadi pemakmur rumah Allah ini seringnya malah bikin riuh saat jama’ah shalat sedang berlangsung. Aku pun menjadi salah satu orang yang jengkel.

tonyfathony.blogspot.com

Pengenalan shalat jama’ah di masjid / musholla sedini mungkin itu baik, tapi tetap harus dalam arahan orangtua masing-masing anak, sehingga nggak mengganggu shalat jama’ah. Faktanya, anak-anak akan berkumpul dengan teman sebayanya. Kadang muncul lomba lari dadakan tatkala shalat jama’ah sedang berlangsung, lalu muncul teriakan, tawa dan tangis yang berselang-seling.

Usai tarawihan, beberapa anak yang ikut shalat langsung ngantri minta tanda tangan dari imam dan pengisi kultum shalat tarawih. Ternyata mereka dapet tugas semacam absensi shalat wajib sama tarawih secara tertulis. Jadi inget sama yang dulu pernah aku alami juga. Dengan bekal sebuah buku, aku dulu juga mesti rajin mintain tanda tangan imam shalat dan pengisi kultum.

Aku ngeliatnya sih bagus-bagus aja kalo siswa-siswi dikasih tugas semacam itu. Niatnya mungkin biar memotivasi si anak agar rajin beribadah. Perlu digarisbawahi, rajin beribadah ya, bukan rajin main-main di masjid / musholla.🙂

Sisi itu yang tampaknya perlu untuk menjadi perhatian guru dan orangtua. Kalo nggak ada pengawasan, arahan dan bimbingan dari orangtua, ya jadinya kayak tadi yang udah aku sampein. Yang bisa dilakukan orangtua, ya mendampingi anak-anaknya saat berada di masjid. Setidaknya ada usaha untuk mendidik anak-anak, jadi bisa meminimalisir keramaian ala anak-anak.🙂

Ada yang berkenan memberi komentar?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: