Skip to content
June 9, 2011 / kimsanada

Pengendara Multitasking

Nggak sedikit aku ngelihat orang yang berkendara sembari “memainkan” ponsel mereka. Ada yang berjenis kelamin cewek, ada juga cowok yang pernah aku lihat. Nah, kalo yang berjenis kelamin perpaduan keduanya, jujur, aku belum pernah lihat. Bahkan sebelumnya mesti repot karena harus meriksain jenis kelaminnya dulu ke dokter. Hihihi.

Sepertinya sih, pengendara yang nyambi berponsel-ria itu terlalu sibuk untuk sekedar menjawab telepon dengan berhenti sejenak, atau setelah sampai tempat tujuan. Lalu untuk membalas SMS juga dia nggak punya waktu lain selain di atas kendaraan yang sedang dia setir. Keren sekali, kan? Pengendara sejenis mereka bener-bener multitasking. Konsentrasi mereka bisa dipecah menjadi dua: menyetir dan menggunakan ponsel. Ajib.:mrgreen:

news.isdaryanto.com

Ternyata yang bisa multitasking nggak cuma komputer dan ponsel, tapi orang si empunya juga bisa berlaku serupa. Bener-bener jaman modern. Jangan-jangan pengendara multitasking itu juga bisa tidur sambil berjalan pula ya, atau jika harus berangkat kerja pagi buta, maka mandi sambil tidur bisa menjadi salah satu solusi yang tidak direkomendasikan.

Mungkin pabrikan ponsel perlu memperbanyak model ponsel tahan air. Why? Karena bisa jadi si pengendara multitasking tadi akan mandi sambil berkirim SMS, atau ketika sedang buang hajat malah enak-enakan SMS-an. Apa nggak bahaya tuh kalo si ponsel jatuh ke kolam air atau kloset? Kan beda cerita kalo ponselnya tahan air, si pengendara multitasking bakal adem ayem nyaman dan aman sentosa. Semoga pabrikan ponsel membaca artikel ini. Hehehe.

motodream.net

Ini hanya artikel yang memuji talenta hebat orang yang semacam pengendara multitasking tadi. Talenta yang harusnya bisa diterapkan ke hal lain yang lebih aman. Misalnya, tangan kanan memegang buku tentang Sejarah dan tangan kiri memegang buku tentang Matematika, lalu coba pelajari semuanya dalam waktu yang bersamaan. Kalo bisa melakukannya berarti kita bisa menghemat waktu belajar kita, kan bisa belajar lebih banyak hal lagi tuh. Plus, kita bisa menghemat waktu ujian. Bayangin aja, tangan kanan ngerjain soal Sejarah dan tangan kiri ngerjain soal Matematika. Hemat kan, beib?:mrgreen:

Tapi ada lho, anggapan kalo perilaku si pengendara multitasking itu membahayakan diri dan orang di sekitarnya. Kalo dipandang dari segi si pengendara sih enggak berbahaya, karena mereka melakukan kedua hal itu dengan senang hati. Mereka merasa percaya diri untuk menyetir dan berponsel-ria dalam waktu yang bersamaan, asalkan orang di ujung ponsel bisa mendengar suara ataupun bisa membaca balasan pesan singkat. Tapi berbeda kalo dipandang dari sisi orang di sekitar mereka. Orang lain akan menganggap perilaku multi yang dilakuin si pengendara bisa berujung buruk, bisa jadi nyerempet, hingga bahkan kecelakaan. Apalagi kalo si pengendara itu mendapat kabar nggak sedap dari orang lain. Misal begini:

ilustrasi

*tulit-tulit.

Pengendara A mendapat SMS. Meski masih berkendara, tapi dia nggak sabar untuk membacanya. Dibukalah SMS itu.

Bro, maaf ya. Mobilmu masuk jurang. Aku nggak kuat ngerem pas belok di tikungan tajem.

“APAAAA!!!!!

Pengendara A terperangah. Histeris. Dia jadi nggak konsen nyetir. Kendaraannya oleng. Pengendara B, C, D dan E jadi berlomba menghindari kendaraan si pengendara A. Suasana chaos dan pas di salah satu tikungan tajem.

Sekiranya ilustrasi tadi nggak perlu aku lanjutkan, takut nyaingi sinetron Tersanjung 6 atau Cinta Fitri session 6. Jadi, cukup sampai di sini saja. Dengan berakhirnya kisah tadi, berakhir pula tulisan ini. Ambil saja hal positif dari tulisan ini, jika nggak nemuin, tutup langsung halaman ini. Jauhkan dari jangkauan anak kecil dan anak yang belum baligh.:mrgreen:

Kalo ada yang bertanya, sebenarnya kendaraan model apa sih yang dipake sebagai ilustrasi dalam tulisan ini? Jawabnya, bisa kendaraan apa saja, karena aku pernah melihat pengendara sepeda motor, mobil, sepeda tanpa motor bahkan becak, pada ngegunain ponsel mereka. Aku rasa, hanya pengendara sepeda roda tiga saja yang tidak berbuat kayak gitu.๐Ÿ˜›

6 Comments

Leave a Comment
  1. Penghuni 60 / Jun 9 2011 9:07 am

    haha… ilustrasinya blh jg tuh bwt dibikin sinetron hehe… atw layar lebar sekalian deh (layar tancep maksudnya)
    wkwkwkwkwk….๐Ÿ˜€
    just kiding sob… tp artikelnya blh jg tuh, biar mreka sadar, kalo nyawa mreka tuh gak bs tergantikan oleh hape.

    • kimsanada / Jun 10 2011 8:26 am

      Ntar ente, aku mintain jadi pemeran utamanya, mau?:mrgreen:

      Yoi brur, nyawa nggak bisa digantikan, walopun dengan hape paling mahal sekalipun..

  2. ilcharama ilyas / Jun 9 2011 9:17 am

    aseeeekkk…
    ini dia gaya menulis liar yang saya tunggu,
    meskipun tetap butuh perbaikan,
    jangan pernah menyerah untuk multitasking,
    salam multitasking…

    • kimsanada / Jun 10 2011 8:26 am

      Salam saudara Multitasker..๐Ÿ˜›

  3. Asop / Jun 10 2011 10:27 am

    Sudah pernah ke posting-an saya yang ini?๐Ÿ˜†

    • kimsanada / Jun 12 2011 11:08 pm

      Ngeri.. Apa yang aku tulis di sini, ternyata Mas Asop udah duluan nulis. Jadi malu aku..:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: