Skip to content
April 4, 2011 / kimsanada

Ini Istilah Gaul Kebablasan

Pernah nggak, kita mendengar ada orang berucap “astajim”, “astopiluloh”, “ya oloh” atau semacamnya? Atau kita sendiri pernah berucap seperti itu? Kata-kata seperti itu yang terucap dengan tujuan sebagai lelucon? Tampaknya orang yang menganggap kata-kata yang berhubungan dengan Allah pantas dijadikan sebagai lelucon, perlu belajar lebih dalam tentang Islam.

Sumber gambar: kagetkaget.blogspot.com

Saya pertama kali dengar kata astajim di lingkungan kampus sendiri. Bingung, apa nih maksudnya? Ternyata eh ternyata, berdasarkan pengakuan orang yang ngerti, astajim itu singkatan dari astaghfirullahal’adzim. Wow, kok bisa disingkat seperti itu?

Ucapan untuk mohon ampun kepada Allah kok ya dibuat main-main. Menurut saya kok malah aneh, nggak ada lucu dan bagusnya. Saya tidak bermaksud men-judge orang yang mengucap kata astajim dan semacamnya itu selalu beralasan untuk joke semata, ada juga yang hanya ikut-ikutan dan nggak ngerti esensi kata Astaghfirullah sehingga diplesetkan. Saya harap tulisan ini menjadi renungan bersama.

Salah satu thread di forum kaskus menyebutkan bahwa ada yang mengaku pertama kali membuat istilah “astajim”. Dia bangga akan hal itu. Sumber lengkapnya ada di sini. Istilah itu dibuat dengan alasan agar bisa populer. Sampai ada komentar dari kaskuser lain yang nggak percaya kalo si Thread Starter (TS alias yang membuat tulisan di kaskus) yang nemuin istilah astajim pertama kali. Kemudian si TS malah menantang untuk membuktikan di akhirat kelak tentang kebenaran pengakuannya. Pikirku, si TS malah menggali lubang sendiri. Bisa jadi memang benar terbukti di akhirat kalo si TS yang pertama kali ngucapin kata itu, namun bisa jadi juga malaikat akan tega untuk menyiksa TS, karena TS juga tega telah mempermainkan kata mohon ampun kepada Allah itu. Wallahua’lam.

Hal seperti inilah yang saya sebut, gaul kebablasan. Istilah Islam malah dimain-mainin. Padahal setahu saya, mereka yang berniat mempersingkat kata-kata tadi, tergolong kaum intelektual. Iya, mereka bersekolah, mereka berkuliah, mereka menuntut ilmu. Tapi kok hasilnya jadi seperti itu? Apa mereka nggak ngerti, sebuah kata itu mengandung arti? Kalo sebuah kata yang disingkat dengan lafal baru, artinya kan jadi berbeda. Bukannya memohon ampun kepada Allah, tapi kata astajim itu artinya akan menjadi apa, saya nggak tahu. Jika benar tujuan pelafalan singkatan kata itu sebuah lelucon, bukankah itu pelecehan? Pelecehan terhadap sesama makhluk hidup aja bakal ditindak, apalagi kalo berani-beraninya melakukan pelecehan terhadap Tuhan? Sumber dalil tentang pengolok-olokan terhadap Allah dan Rasul sudah jelas, bisa dibaca di artikel yang lebih dulu membahas tentang hal ini: di sini.

Generasi muda sekarang saya akui pintar-pintar, nggak sedikit yang mampu menjuarai kompetisi berskala internasional dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Lalu, untuk lomba berdebat pun pada jago-jago. Untuk akses ilmu pengetahuan pun lebih gampang dengan adanya internet, bahkan anak kecil jaman sekarang sudah pandai memainkan keyboard PC walaupun sekedar memainkan game online maupun offline, dan ada juga yang sudah mahir ber-blackberry-ria. Tapi, semua kepintaran itu nggak ada artinya jika nggak bisa mengontrol mana yang pantas untuk dijadikan joke dan mana yang bukan.

Perkembangan generasi muda sekarang makin memprihatinkan saja. Ada yang mainin istilah Islam, ada juga yang pamer paha. Orangtua sebagai pendidik pertama di keluarga dituntut bisa melihat fenomena yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang ini. Menurut saya, ini hal sepele tapi mendasar. Orangtua harus berjuang keras untuk bisa mendidik anak-anaknya di era modern ini. Didikan agama dan moral yang perlu ditanamkan dan diterapkan pertama kali di keluarga. Hingga ketika si anak sedang berada di luar jangkauan keluarga pun, bisa menjaga diri untuk nggak bertingkah maupun berucap yang aneh-aneh.

Kamu, generasi muda yang saya katakan memiliki perkembangan makin memprihatinkan nggak terima? Buktikanlah kalo kamu memang enggak seperti itu! Buktikanlah bahwa generasi muda modern pun memiliki pegangan agama yang kuat dan moral yang bagus!🙂

50 Comments

Leave a Comment
  1. maulanapeppytha / Apr 4 2011 1:19 pm

    setuju bangat ma tulisan ini, memang sekarang terlalu banyak kata-kata gaul, ALAY. sampai-sampai kata-kata untuk Allahpun di buat gaul capek deh…
    tugas kita adalah meluruskan dan jangan ikut-ikutan hehe

    • kimsanada / Apr 4 2011 2:08 pm

      Untuk alay dalam bentuk lain, aku pikir masih bisa dima’afkan. Nah, kalo alay nyangkut agama ya No Way.

      Angkat aja tuh tema buat artikel mading QS pep..😀

      • danu alfika nugraha / Apr 24 2013 3:11 pm

        itu mah sama saja menghina ISLAM tahu!

  2. Andy MSE / Apr 4 2011 1:27 pm

    *terharu*

  3. aniel / Apr 4 2011 1:46 pm

    Nice! Saya sudah lama GEREGETTAN sama mereka yang mempersingkat salam dan juga istighfar itu.. kalo disingkat gitu, gak ada artinya donk, emangnya lagi sms-an bisa disingkat2? Toh kalopun sms-an kayaknya gak fair kalo di singkat2 gitu… minta Ampun deh sama gaya gaul anak2 jaman sekarang😦

    ohiya, keduluan deh bahas soal ginian, tp gpp sudah mewakili, salam kenal mas, maen2 ke blog saya yah🙂

    • kimsanada / Apr 4 2011 2:26 pm

      Tulis lagi aja mbak.. Gak papa kok.. Siapa tau pembahasan dari mbak akan lebih detil..🙂

  4. nitnot / Apr 4 2011 7:52 pm

    betul mas…boleh saja ada plesetan tapi harus perlu dipilah2 juga….

    • kimsanada / Apr 5 2011 11:01 pm

      Memilah itu memang perlu.. Semoga mereka segera memahami itu.🙂

  5. Ami / Apr 4 2011 9:46 pm

    semoga ya… kaum muda lebih bisa menguatkan iman dan takwa

    • kimsanada / Apr 5 2011 11:07 pm

      Amin mbak.. Sebagai blogger, kita manfa’atkan blog sebagai media dakwah.🙂

  6. giewahyudi / Apr 4 2011 10:52 pm

    semoga kaum alay cepat diberantas..🙂

    saya juga miris kalau mendengar seperti itu..

    • kimsanada / Apr 5 2011 11:10 pm

      Amiiiiiin.. Semoga yang seperti itu segera memerdekakan diri dari belenggu alay kebablasan..

  7. ada-akbar.com / Apr 5 2011 11:06 am

    Didikan paling utama. .ne. .
    kalau uda didikan keluarga kaga bener. .selanjutnya kaga bener. .
    setidaknya kita sebagai sahabat,atau orang yang mengenal orang yang lebay seperti itu. .kita bisa kasi peringatan dan nasehat. .
    kalau bisa kabarkan aja ke orang tuanya. .
    biasanya kan masi ababil .. biar ditegur ortunya sendiri . .

    • kimsanada / Apr 5 2011 11:17 pm

      Sip mas.. Mari laksanakan!🙂

  8. Darin / Apr 5 2011 9:02 pm

    Memang susah nih jaman sekarang. Satu keceplosan, yang lain ngikut. Susah dihilangkan pula. Ah, alay.. alay..😀

    • kimsanada / Apr 5 2011 11:27 pm

      Kamu jangan ikutan ya mas.. Hihihihi😛

  9. Abdul Hakim / Apr 5 2011 9:38 pm

    kayaknya kemaren udah komen.. apa saya yang lupa…

    ampun deh mas dengan orang2 alay itu, kemaren ada salah satu tweeps yang saya tegur karena nyebut ya oloh, katanya itu artinya ya ampun…. capek deh.. ada ga ya orangnya di sini

    • kimsanada / Apr 6 2011 12:01 am

      Wah.. wah.. Kok malah bingung sendiri mas..😛

      Saya bantu cari deh di sini ada atau enggak..:mrgreen:

  10. puguhkris / Apr 5 2011 9:51 pm

    Ehm,parah tuh orang yg ngaco ngaco kayak itu,,
    alay bget deh,pgen cari lucu,sensasi ato gmana sih tuh orang,,nggak banget deh pokoknya

    • kimsanada / Apr 6 2011 12:47 pm

      Yang penting nggak ikutan bro..
      Kalo ada yang kayak gitu, kita ingetin aja..🙂

  11. Zainul Abidin / Apr 6 2011 12:01 am

    hanya bisa bilang “Astaghfirullah..”
    semoga bisa dibaca sama mereka2

    • kimsanada / Apr 6 2011 12:49 pm

      Amin mas.. Semoga begitu..🙂

  12. tomi / Apr 6 2011 9:33 am

    ya gitu deh mas anak muda kebanyakan pada jaman modern ini.. apa2 sll disingkat dengan alasan biar mudah.. mau dibawa kemana negeri ini kalau pemuda nya kayak gini

    • kimsanada / Apr 6 2011 12:49 pm

      Enggak hanya pemuda mas.. Pemudinya juga ada yang seperti itu.. Semoga segera menyadari kekhilafan mereka. Amin.

      • tomi / Apr 13 2011 8:38 am

        yaa mksd saya jg pemuda/i mas hehehe

  13. 3snainc / Apr 6 2011 1:15 pm

    saya belum pernah sih mempermainkan atau mengalaykan tulisan2 islam… saya juga orang beragama islam alhamdulillah…

    tapi sampai saat ini saya gak merasa para alay yang menyingkat2 kata2 islam itu salah… asalkan kondisi sewaktu mereka berucap karena lagi bercanda, karena memang lucu juga kok kalo lihat kata2 “astajim / atopilo” dan sebagainya…

    Kalau ada orang yang tersinggung dengan singkatan itu, dan mengatakan itu gak lucu… terutama mempermainkan kalimat2 islam… nah itu dia yang saya masih gak ngerti salah dimana ya?

    dia tidak menggunakan kalimat islam untuk menghujat / menghina kata tersebut bahkan tidak juga memfitnah dengan kata2 tersbut.. tapi dia ngucapkan dalam keadaan yang sedang hepi… bersuka ria alias lagi alay ajah…

    perlukah fanatisme sedemikian rupa bisa mengecap seseorang sebagai pelaku kajahatan terhadap kata-kata islam? atau si fanatik hanya berlebihan merespon anak2 alay yang mana sebenarnya gak penting?

    karena kata2 anak alay sungguh tidak penting untuk dikaji seperti astajim dan atopilo tadi… lebih pentingan anak2 yang dengan mudah menggunakan kata kasar seperti lon** kont** meme* ngent** dan sebagainya sebagai bahasa keseharian mereka.

    • kimsanada / Apr 7 2011 1:23 pm

      Kalo kata-kata kasar yang seperti di paragraf terakhir anda, itu sudah jelas-jelas parah.
      Nah, yang penggunaan alay menyangkut agama itu yang perlu diluruskan. Bukannya saya sudah menyebutkan kalo maksud dari kata aslinya akan berubah jika berbeda lafal?
      Apa anda rela kalau sampai akhirnya ada singkatan alay untuk kalimat Syahadat?🙂
      Tulisan ini bertujuan sebagai renungan bersama. Semoga anda juga sudah membuka link referensi yang saya sertakan dalam tulisan di atas.🙂
      Jika menurut anda hal itu sepele dan nggak perlu diurusin, ya silahkan. 🙂

  14. kamaropini / Apr 6 2011 11:10 pm

    sudah mau akhir jaman mas… sudah banyak yang pada hilang akal sehat. hehehe.

    • kimsanada / Apr 7 2011 1:25 pm

      Semoga mereka-mereka jadi lebih memahami tentang bahayanya hal ini.🙂

  15. Agus Siswoyo / Apr 7 2011 9:27 am

    Yang paling sebel itu kalau ada klien menyapa saya di chat room dengan kata “Ass…” untuk menyingkat “Assalam mualaikum”.

    Ass = bokong, pantat.
    Well, emangnya dia nawarin bokongnya buat saya.
    Ah, sotoy!

    Solusinya, saya nggak akan menjawab setiap orang yang ngajak chatting dengan sapaan tersebut. Biarin dikatakan sombong. Saya cuma nggak nyaman dengan pembukaan model itu.

    • kimsanada / Apr 7 2011 1:30 pm

      Yang menyingkat-nyingkat kata-kata baik atas dasar penghematan itu memang perlu diluruskan. Terbukti kan, kalo kata berbeda dari aslinya, makna yang muncul jadi berbeda pula. Dari makna yang baik malah menjadi buruk.

  16. The Jombang Taste / Apr 7 2011 9:30 am

    Inilah hasil kecanggihan teknologi. Remaja telah menjadi korban modernitas yang tidak didukung peningkatan kualitas mental. Pembangunan yang fokus ke fisik (gedung, peralatan, sarana dan prasarana dll) seolah meminggirkan aspek rohaniah yang lebih fundamental dan memiliki nilai-nilai yang sesuai budaya Timur.

    • kimsanada / Apr 7 2011 1:34 pm

      Tak hanya orangtua yang perlu memahami fenomena seperti ini, guru sekolah pun perlu terutama guru agama yang mengajarkan aspek rohaniah.
      Sudah kewajiban bagi orang yang mengerti untuk menyampaikan kepada orang yang belum mengerti. Benar begitu mas?🙂

  17. achmad sholeh / Apr 7 2011 1:54 pm

    kata-kata yang berhubungan dengan ajaran agama dan mempunyai arti, rasanya tidak layak di buat bahasa gaul bro

    • kimsanada / Apr 19 2011 11:51 am

      Iya mas.. Semoga mereka-mereka yang menggunakannya segera menyadari hal itu.🙂

  18. danyfarid5 / Apr 7 2011 9:52 pm

    Seharusnya penggunaan bahasa gaul tidak di anjurkan di Indonesia.

    • kimsanada / Apr 19 2011 11:55 am

      Iya mas. Di satu sisi penggunaan bahasa gaul itu merusak tatanan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun anak-anak muda jaman sekarang malah keasikan menggunakannya.

  19. primamoe / Apr 18 2011 10:16 am

    ea…kadang aQ jga ngerasa risih klo da orang yang seenaknya nyepelein nama Allah, tapi klo di tegur kita kadang di dikatain sok lach, atao apalah, lha..yang penting Qta udah ngingetin lach, dan Qta gag boleh nyontoh itu..🙂

    • kimsanada / Apr 19 2011 11:55 am

      Exactly.. Kita mulai dari diri sendiri aja dulu..🙂

  20. Liza Fajriati / May 28 2011 4:15 pm

    eh, mas. perasaan istilah “itu” udah lama ga pernah denger lagi. malah yg lumayan sering sy denger istilah “DEMOL” (demi allah). katanya sih, artinya itu. ntu juga yg make anak2 reguler. anak2 kelasku sih NO ALAY…. (ngakunya) ^-^

    • kimsanada / Jun 6 2011 11:35 am

      Wah.. aku malah baru tahu. Mungkin di Semarang dan sekitarnya istilah kayak gitu belum terdengar. Semoga malah jangan sampai.

  21. Nofri / Aug 15 2011 7:06 pm

    Sungguh ter-la-luh…. Btw, bagus sekali nih untuk mengingatkan…Terima kasih…

    • kimsanada / Aug 25 2011 10:33 am

      Iya, sama-sama. Semoga menjadi bahan renungan bersama.🙂

  22. Rofiqoh / Aug 23 2011 10:28 pm

    Nice article .
    Izin share yaaaa..🙂

    • kimsanada / Aug 25 2011 10:37 am

      Silahkan.. Jangan lupa cantumin sumber ya.. Makasih.🙂

  23. superpok / Aug 25 2011 9:57 am

    wah artikelnya bagus nih mas,, semoga hal ini bisa dipahami semua..
    minta izin saya kutip ya artikel ini semua, nanti saya cantumin sumbernya..
    boleh mas? =)

    • kimsanada / Aug 25 2011 10:39 am

      Iya, silahkan.. Makasih ya..🙂

  24. Loem Mulyono / Mar 2 2013 2:31 am

    yo…iki sing di arani wolak walik e ndunyo…wolak walik e…jaman …wong kang ora dueni pangerten….akeh wong kang pinter, ananging setitik wong kang ngerti…

Trackbacks

  1. Belajar Mengklarifikasi | Kimsanada's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: