Surat (Puisi) Cinta Untukmu

Teruntuk: Bus (dalam) Kota

– – –

Wahai Bus (dalam) Kota..

Aku telah lama mengenalmu..

Sejak masih dalam kandungan Bunda..

Kemana pun Bunda pergi, aku ikut, termasuk sewaktu bersamamu..

– – –

Mengenalmu jadi berlebih kala duduk di bangku SMA..

Aku kau antar untuk duduk di bangku SMA, bukan memakannya..

Guru SMA pun masih percaya padaku jika aku sama sekali tak merusak bangku apalagi memakannya..

– – –

Kau mengantarku berangkat dan menjemputku di kala pulang sekolah..

Kadang dengan pelan, kadang dengan cepat kau memulangkanku..

Semua hanya tergantung keadaan..

Keadaan mood supir, jumlah penumpang atau pun cuaca..

Faktor-faktor itu memang perlu dikaji lebih dalam, namun aku enggan melakukannya..

Bukan kompetensiku..

Ah, ngelantur terlalu jauh jadinya..

Kembali ke puisi, eh surat cinta ini, eh, aku sampai bingung menyebut ini itu apa..

– – –

Sesaat aku harus melenggang ke Semarang, kau menjadi salah satu tumpuan..

Kau kunanti, namun datang tiada pasti..

Kadang kau cepat, kadang kau lambat menghampiriku..

Aku sempat kecewa dibuatmu..

– – –

Haruskah aku mengirim SMS padamu tiap kali ingin kau jemput?

Haruskah aku menelponmu ketika takut waktuku melebur bagai debu?

– – –

Berkali dirimu seakan mempermainkan aku..

Datang melambat dari waktuku menunggu..

Hilang batas kesabaranku, karena takut waktuku melebur bersama debu..

Lalu ku pilih mobil angkot, karena aku kecewa padamu..

– – –

Seketika itu pula, kau masih mempermainkanku..

Lagi-lagi dengan datang di waktu aku habis menunggumu..

Di saat aku sudah menikmati syahdunya mobil angkot..

– – –

Aku tahu Bus..

Kita belumlah berjodoh..

Mungkin aku yang perlu melakukan pedekate lagi padamu..

Tepat seperti saat dulu aku berada dalam kandungan Bunda..

Mulai lagi dari awal mula..

===

Kost PM

6 Maret 2011

19:48

Advertisements

24 thoughts on “Surat (Puisi) Cinta Untukmu

    • Bukan milih angkot karena jengkel sama bis mas, tapi aku kadung nesu sama si bis karena berkesan ngerjain aku, ditunggu gak datang, eh pas udah naik angkot kok malah datang… hahaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s