Skip to content
January 10, 2011 / kimsanada

Copas, Ide Burukkah?

Semalam, tepat tanggal 9 Januari 2010 seperti biasa saya nongkrong di twitter. Sekedar berkumpul bareng kawan-kawan yang terpisah jarak. Juga untuk mengatasi kebosanan terus-terusan mengulik jurnal.:mrgreen:

Pada malam itu, Mas Satrya menuliskan salah satu twit seperti ini:

Seandainya ada yang bertanya pada anda “Boleh copas artikelnya?” Apa yang anda lakukan?

Pasukan #bloggermalam pun segera merespon. Jawaban dari Mas Andry Sianipar, Mas Agus Siswoyo, Mas Darin dan Mas Vanmovic, saya rangkum jadi gini:

Membolehkan, asal diberi link sumber.

Personil #bloggermalam yang tadi saya sebut memang menunjukkan tingkat kenormalan mereka. Kalo saya mah malah ngaco dengan menjawab:

  1. Bayar dulu om
  2. Gak punya duit, nabung dulu.😀

Entahlah setan apa yang telah merasuki saya ketika menjawab pertanyaan itu.:mrgreen:

 

http://www.google.co.id/imgres?q=fotokopi&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=Swiftfox:en-US:unofficial&tbs=isch:1&tbnid=ZwKPMHdRE6WNxM:&imgrefurl=http://www.loadtr.com/474122-fotokopi.htm&imgurl=http://img1.loadtr.com/b-474122-fotokopi.jpg&zoom=1&w=392&h=320&iact=hc&vpx=414&vpy=316&dur=113&hovh=203&hovw=249&tx=175&ty=114&ei=9pkqTYOOAs2kcdizwYkB&oei=YJgqTZfgKcnJcaa1qJgJ&esq=5&page=2&tbnh=129&tbnw=153&start=21&ndsp=21&ved=1t:429,r:2,s:21&biw=1280&bih=603

ilustrasi - sumber: google.com

Fenomena tulisan copy-paste a.k.a copas udah menjadi trend di internet. Terutama untuk tulisan yang bermutu dan informatif. Wah, pasti banyak yang ngantri minta ijin copas. Beda cerita kalo tulisan gak mutu kayak yang sedang anda baca ini. Mana ada yang mau minta ijin copas.😆

Kalo saya dimintain ijin copas untuk artikel yang saya tulis sih, oke-oke aja, asalkan sosok yang minta ijin itu bener-bener menampilkan link sumber aslinya. Karena dengan begitu, berarti yang bersangkutan telah menghormati narasumber. Efek lain, bisa naikin traffic pengunjung.😀

Dongkol kan rasanya, kalo artikel yang bermutu dan informatif yang ditulis dengan menguras energi tiba-tiba dicolong gitu aja tanpa permisi. Eh, tapi emang orang nyolong tuh gak ada yang minta ijin dulu.😆

Copas tanpa ijin itu emang sama halnya kayak mencuri. Bisa mengerikan kalo banyak yang berbuat demikian, karena menunjukkan mental yang malas.🙂

Hmm.. Terus, gimana dong tanggapan saya kalo ada yang melakukan copas artikel dan menyebutkan sumbernya?

Itu langkah yang sopan, kawan. Saya gak masalah dengan perilaku itu. Tapi…

Tapi apa, Mas?

Tapi kalo keseringan melakukan copas juga gak baik dampaknya buat mental yang bersangkutan. Bisa saya katakan, yang bersangkutan terjangkit virus malas juga.

Eh, bukannya yang bersangkutan itu RAJIN, Mas?

Lho, masak iya?

Iya. RAJIN copas, Mas.😆

Oh, iya ya. Pinter banget, sekolah dimana?😀

Balik ke gaya nulis normal ah, gaya ngobrol sama diri sendiri terus ntar disangka kehabisan obat.😆

Jadi, maksud saya ngangkat tema ini karena saya lagi getol-getolnya nulis. Kepengen terus ngembangin potensi saya dalam bidang menulis karena menurut saya, pengembangan diri seorang penulis yang baik itu akan lebih mudah tercapai ketika mampu menyajikan sesuatu hal dengan gayanya sendiri. Bukan hanya copas. Karena dengan hanya melakukan copas, maka itu sama artinya perlahan-lahan mematikan kreatifitas kita.🙂

Bukannya kita sudah belajar menulis sejak di bangku SD? Kalo jaman sekarang mungkin TK pun udah mulai diajari menulis. Udah bertahun-tahun kan kita bisa nulis, mulai dari pakai pensil, pulpen hingga kini mungkin sudah lihai memainkan tombol-tombol keypad PC. Jadi, sayang banget kalo kita hanya mengandalkan copas untuk menyebarkan informasi berguna. Perjuangan belajar menulis sejak kecil seakan tiada guna.🙂

Saya pribadi kalo menemukan artikel bagus dan kepengen memuat di blog saya misalnya, ya saya lebih memilih menuliskannya kembali dengan cara saya daripada sekedar copas. Cara saya nggak aneh kok, masih tetep pake ketak-ketik di deretan tombol di laptop saya.:mrgreen:

Ada beberapa manfaat yang menurut saya bisa diambil dari menuliskan kembali sebuah artikel dengan gaya sendiri:

  1. Artikel gak membosankan untuk dibaca ulang, walaupun dengan tema sama yang bertebaran. Karena setiap orang itu berbeda, jika menulis pun pasti ada perbedaan.
  2. Dapat memperkaya kosakata penulis maupun pembaca. Mungkin, mengenalkan istilah-istilah baru ke pembaca.:mrgreen:
  3. Kemampuan menulis lebih terasah. Ibarat pisau akan tajam kalo diasah, kalo enggak ya pisaunya gak bisa buat motong, cuma bisa buat mindahin bahan makanan.Sadar atau tidak, menulis di dunia blog itu menjadi sebuah kompetisi sebenarnya. Tema yang hampir sama akan dengan mudah kita temukan. Kalo gaya bahasanya sama karena copas dan monoton pasti yang baca juga malas, visitor blog pun lebih memilih membaca artikel yang lebih menarik.🙂
  4. Penulis bisa memainkan alur dan emosi pembaca. Seperti artikel yang sudah anda baca sejak dari awal ini, semoga gak njelimet dan anda nggak merasa sedih.:mrgreen:

Sepertinya cukup deh saya nyebutin manfa’atnya. Kalo ada yang mau menambahkan, silahkan.🙂

Saya sama sekali gak menyalahkan kaum copaser, karena kegiatan yang mereka lakukan pun punya alasan tertentu. Saya menghormati pilihan anda jika ingin menjadi seorang blogger copas. Saya hanya tergelitik untuk menulis hal ini untuk membantu blogger dalam menemukan jati dirinya.😀

Melakukan copas bukanlah ide buruk selama gak kecanduan, karena masing-masing dari kita punya cara untuk berkarya.🙂

Begitulah opini saya tentang perilaku copas, bagaimana dengan anda?😉

19 Comments

Leave a Comment
  1. Darin / Jan 10 2011 2:20 pm

    Copas secara buta, itu yang nyebelin. Kalau copas ide, banyak😀
    Saya seringnya copas ide, lalu dikembangin sendiri dgn bahasa dan perspektif sendiri. Seringnya masalah opini.
    Naah yg mas Satrya ungkapkan itu copas artikel tutorial. Kalau itu mash memang sangat diburu para copaser2 newbie. Pengennya cepet dikenal tanpa usaha dgn mempublish tips2 keren dari blog2 lain.

    Saran saya ya itu tadi, kalau memang copas buta, kasih link deh🙂

    • kimsanada / Jan 10 2011 3:44 pm

      Yoi mas.. Saya juga sering copas ide..😀

      Karna ngembangin sendiri jadi gak buta deh. Artikel copas ideku juga saya pinjami kacamataku, biar lebih mampu melihat. #ngaco😀

  2. satrya / Jan 10 2011 2:21 pm

    hehe. Memang btul sih, trlalu sering copas akhirnya jdi kebiasaan dan menulis sendiri akan menjadi sangat berat dan susah. Para kopaser sebenarnya mereka tidk semuanya salah, krna menurut saya kopaser dibagi menjadi 3 :
    1. Kopaser yg bertujuan hanya untuk mengkoleksi artikel2 yg menurut dirinya bermanfaat, dari pada lupa lebih baik ditulis ulang diblognya atau mungkin istilah saya itu, blog bookmarking dan tidak lupa mencantumkan link sumber.

    2. Kopaser yg sebenarnya rajin menulis, hanya saja diwaktu dia kehilangan ide atau sedang seret ide, akhirnya dia cari blog 1 tema dan mengkkopas artikel yg menurut dia bermanfaat dan bagus. Sayangnya kopaser seperti ini jrng memberikan link sumbernya.

    3. Kopaser anti huru hara:mrgreen: , salah2. Kopaser yg ketiga ini adalah para kopaser yang berniat mencari artikel2 yg sedang trend atau ramai dicari orang melalui search engine, namun dia malas untuk menulis(krna trlalu sering kopas), akhirnya kopas deh artikel yg sudah ada tanpa memberikan link sumbernya.

    Hanya pendapat saja yah ketiga kopaser diatas ini😛

    • kimsanada / Jan 10 2011 3:45 pm

      Nah, sedikit banyak 3 hal itulah yang saya maksudkan menjadi alasan tertentu jadi copaser.:mrgreen:

      Terimakasih udah melengkapi mas.😀

  3. anantaim / Jan 10 2011 2:24 pm

    nggo isi isi blog link collection pie

    • kimsanada / Jan 10 2011 3:46 pm

      Gakpopo mas. Selera masing-masing..😀

  4. andi sakab / Jan 10 2011 3:20 pm

    bukan hal baru di internet. justru internet bagi sebagian orang adalah media serba gratis tanpa syarat.

    • kimsanada / Jan 10 2011 3:50 pm

      Iya mas. Yang dikedepankan harusnya kesadaran diri ketika melakukan co-pas. Walopun artikelnya co-pas tapi tetep dalam batasan bertanggungjawab.🙂

  5. john / Jan 10 2011 3:52 pm

    saya lebih seneng nulis gaya sendiri … gaya bolak-balik😀

  6. Untara / Jan 12 2011 11:35 am

    copas ide buruk? yuk, buruk menurut saya.
    Saya lebih setuju dengan metode ‘recycled information’ yang dipaparkan pemilik blog ini. ide atau topik yang ingin dipublikasikah boleh sama .. tapi tentu akan lebih ‘nendang’ rasanya jika ditulis dengan gaya bahasa yang berbeda dan bukan hanya sekedar copas.

    • kimsanada / Jan 12 2011 12:45 pm

      Hehe..
      Makasih dukungannya mas.
      Untuk nemuin tema yang bener-bener baru tuh mungkin perbandingannya 1:1000:mrgreen:

      Jadi lebih mudah pake tema yang udah ada dengan goresan personal. Gimanapun hasilnya, kita akan bangga dengan cara kita.🙂

  7. Penulis Cemen / Jan 20 2011 9:09 am

    Buat gue copas menghilangkan daya kreatifitas. Daripada copas mendingan tulis artikel yang sama, tapi dengan gaya nulis sndiri.

  8. Tuan Muda Blogger Kalsel / Jan 25 2011 3:33 pm

    tadi pagi saya habis nulis posting tentang blogger sate (salin tempel) alias copas. Tapi ma’af saya baru aja nemuin artikel ini, jadi saya nggak copas dari sini. Menurut saya, copas nggak masalah asal diberi keterangan sumbernya, trus juga jangan mentah2, edit sesuai gaya bahasa sendiri, selengkapnya di http://www-tuanmudakalsel.blogspot.com/2011/01/blogger-sate.html

    • kimsanada / Jan 25 2011 4:21 pm

      Gakpapa bro. Ide juga bisa sama kok, pengembangannya pasti akan berbeda kalo dikerjakan sendiri2..🙂

  9. Yella / Feb 7 2011 12:10 am

    Artikel menarik. Ijin kopas mas!
    Hehehe…🙂 guyon kok.

Trackbacks

  1. Tweets that mention Copas, Ide Burukkah? | Kimsanada's Blog -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: