Skip to content
December 29, 2010 / kimsanada

Sebuah Semangat Untuk TIMNAS INDONESIA

Menjelang Final Leg 2 Piala AFF 2010, saya nyoba berbagi tentang informasi ini. Mungkin saya terlambat mengetahuinya, tapi akan lebih baik untuk meneruskannya biar orang lain tahu.πŸ™‚

 

timnas indonesia (sumber google.com)

Sebuah surat dari novelis untuk sang penggocek bola. Dialah E.S. Ito. Melalui blognya di www.itonesia.com, dia mencoba berbagi inspirasi kepada seluruh warga Indonesia tentang arti pentingnya sebuah kebahagiaan dalam berjuang.πŸ™‚

Jujur, saya sampai terharu membaca artikel tersebut. Sebuah nilai yang lebih dalam dari sekedar sebuah tulisan. Sangat menggugah jiwa.

Silahkan disimak dulu.πŸ˜‰

Surat Untuk Firman

Posted on December 28, 2010 under Uncategorized

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.

Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata β€œbisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang. Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan. Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.

Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan!

Bagaimana kawan?

Merasakan isi dari artikel tersebut?πŸ˜‰

Nah, artikel itu pun sudah masuk pemberitaan di detik.com, silahkan bisa dicek di sini:

http://www.detiknews.com/read/2010/12/28/162042/1534365/10/surat-inspiratif-dari-novelis-untuk-firman-utina-cs

Saya lebih terharu ketika membaca komentar di detik.com. Saya merasakan jika pemain timnas itu sekarang ibarat pahlawan perjuangan kemerdekaan. Bedanya, pahlawan kita kali ini, memberi kebahagiaan batin buat kita. Iya, kita, bangsa INDONESIA.πŸ™‚

Dengan adanya kebahagiaan batin tersebut, batin kita menjadi MERDEKA.πŸ™‚

 

Timnas Indonesia sumber google.com

 

Semoga dengan makin banyaknya orang yang membaca artikel itu, suporter kita enggak membalas kecurangan yang didapat timnas ketika berlaga di negeri tetangga. Biarlah timnas kita yang membalasnya. Bukan dengan sinar laser, atau dengan letusan petasan.

Tapi dengan GOL!!!

Gol demi gol diharapkan lahir dari kaki para pemain timnas Indonesia. Yang pasti, mereka harus bermain tanpa beban. Mereka mesti menikmati permainan yang disuguhkan kepada bangsa Indonesia. Dengan begitu, Insya Allah kemenangan otomatis akan lebih mudah didapatkan.πŸ™‚

SELAMAT BERJUANG TIMNAS INDONESIA!!!

TUNJUKKAN PERJUANGAN SEKUAT TENAGA, AGAR INDONESIA BANGGA PADA KALIAN!!!

πŸ™‚

13 Comments

Leave a Comment
  1. Darin / Dec 29 2010 3:58 pm

    Haduh! Nangis saya!

    • Darin / Dec 29 2010 4:01 pm

      Jujur, saya malah baru tau pengolah kata bernama Bang Ito. Olahan kata2nya sungguh menakjubkan! Andai Firman Utina membaca postingan ini…

      Betul sekali. Sepakbola adalah soal kegembiraan, bukan apa2 yang dibebankan di pundak. Masalah piala, itu hanya retorika yang dibombastiskan oleh media. Oh, Timnas, bermainlah selayaknya kau main. Jangan fikirkan apa2 yang menjadikan dirimu berat tuk berlari.

      Apapun hasilnya, kalian, Timnas, adalah pahlawan kami! Bravo Indonesia!

      • kimsanada / Dec 29 2010 4:14 pm

        Sama mas.. Air mataku juga keluar pas baca artikel itu.

        Tapi sangat melegakan ada orang yang peduli pada timnas dengan membuat karya sekeren bang Ito.πŸ™‚

        Bravo Timnas Indonesia!

  2. andi sakab / Dec 29 2010 4:26 pm

    ayo berjuang dan kita dukung terussπŸ™‚

  3. anantaim / Dec 29 2010 4:40 pm

    hiks….. hiks….. kenapa saya terharu ya…… :S

    • kimsanada / Dec 29 2010 4:46 pm

      Tandanya anda cinta INDONESIA mas..πŸ™‚

  4. catatanrazi / Dec 30 2010 8:48 am

    Merdeka!!

  5. iwan prasetya / Jan 5 2011 12:17 pm

    Salute for this post! Saya setuju, bhw ada banyak kisi2 psikologis yg jadi beban di pundakj para pemain timnas mereka. Belum lagi kronik beraroma politis maupun ‘ekonomis’,(yg belum tertebak oleh kita smp kini),..Yang disadari atau tidak, sudah memperkosa kemurnian kualitas permainan Timnas kita! Salam dari kota kecil Ampah, Kalimantan Tengah!

    • kimsanada / Jan 5 2011 4:22 pm

      Salam kenal juga mas.. Makasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini..πŸ™‚

  6. agus m. irham / Sep 3 2011 2:16 am

    I hope Indonesia win against iran. but whatever power ends with the score 3-0. important we keep the spirit …….. okay friends?!?
    @@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
    Masih bnyk peluang timnas kita Ut menggalahkan lawanx,, mariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii… timnas ku, GARUDA kebanggaan ku, ujudkn impian indonesia. xlian pasti bisa… bersatu indonesia ku, perjuang demi kemenangan, semangat merah ku, tetap suci putih ku, raih sgl kederajatan pendera merah putih kita…
    **********************
    Whai penitia timnas… izin kan saya ucapkan kata2,, Sejak sekarang tolong bersatukan pemain2 bola dari sabang xpai meroke, dari kota ataupun kepulusunk desa cari mereka Ut semangat indonesia..
    ######################
    Whai penitia timnas, apa anda all setuju dng apa xk saya anjurkan ?!!? Saya penuh semangat jika indonesia bisa lebih bersatu kembali Untuk menggujud kan kemenangan bola. Ayo….. indonesia kapan lagi kita akan meraih piala kebanggaan ITU..?!!?
    Salam saya seklrga minal aidin yach……. INDONESIA………………MERDEKA..!!!

Trackbacks

  1. Tweets that mention Sebuah Semangat Untuk TIMNAS INDONESIA | Kimsanada's Blog -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: