Skip to content
April 4, 2010 / kimsanada

Kejutan Malam Minggu

Saya ingin sedikit membagi cerita tentang hari kemarin. Ya, hari sabtu (3 april 2010). Tepatnya sabtu sore ketika saya pergi bersama kedua sahabat, asrul dan fareh.๐Ÿ™‚

Kita bertiga bersilaturahim ke salah satu warnet di daerah Karanganyar Kabupaten Pekalongan yang dioperatori sama temen kita, ipin (warning: dia bukan kembarannya si upin). Insya Allah silaturahim bisa membuat persahabatan kita terjaga. Amin..๐Ÿ™‚

Sore itu warnet memang sepi, cuma ada kita berempat. Dua komputer pun kita nyalain buat browsing, sekedar mencari sedikit informasi.๐Ÿ˜€

Lalu, warnet sedikit diramein oleh datangnya seorang kawan ipin yang juga ngenet di sana, dan ada juga tiga orang kawan ipin yang sekedar ngobrol dengannya. Lumayanlah, gak kayak di kuburan.๐Ÿ˜€

Usai silaturahim dengan bumbu ngenet selama 1 jam lebih dikit, saya dengan asrul dan fareh bergegas menuju warung roti bakar. Biasanya kita bertiga nongkrong di roti bakar Paesan Kedungwuni, kali itu kita memutuskan untuk mencoba roti bakar di daerah Kajen. Dari sisi jarak, memang lebih dekat ke Kajen daripada ke Paesan, namun dari sisi enak-tidaknya roti serta nyaman-tidak-tempatnya juga ramah-enggak-pelayanannya, masih membuat kita bertiga harap-harap cemas.๐Ÿ˜†

Singkatnya, kita menemukan warung roti bakar di daerah alun-alun Kajen, dengan gerobak berada di tepi sebelah utara jalan, dekat dengan lapangan. Dalam hal ini jalur jalannya mengarah dari timur ke barat. Silahkan membayangkan..๐Ÿ˜€

Maka pesanlah kita dengan menu:

  1. Roti bakar stroberi 1 porsi
  2. Roti bakar cokelat 1 porsi
  3. Roti bakar selai kacang cokelat 1 porsi
  4. Es Nescafe 2 gelas
  5. Es Kopi susu 1 gelas

Bercengkerama bertiga begitu nikmat dengan adanya kawanan menu di atas. Tolong jangan pada ngiler. hihihi

Gak lama kita di sana, dan kita tidak berfoto-ria gaya orang narsis di sana. Inget usia. Udah pada tuwir.๐Ÿ˜†

Lalu niat pulanglah kita bertiga dari tempat itu. Habis bayar menu santapan tadi, asrul lebih dulu mengambil motor di tempat parkirnya. Agak kesusahan karena di belakang motornya ada motor lain. Dengan sedikit goyang motor, akhirnya terbebas sudah si motornya asrul dari kepungan motor-motor di parkiran.

Kemudian giliran saya buat ngambil motor. Lokasinya berada di sebelah kanan motor asrul tadi diparkir. Waktu saya lihat, wow…

Saya tercengang dengan pemandangan yang mempesona. Ada dua bercak putih di jok motor saya dengan titik koordinat berbeda. Satu di bagian ujung depan jok, yang lain berada di bagian jok buat orang bonceng. Realita menuturkan pada saya, bahwa itu adalah kotoran burung.๐Ÿ˜ฆ

Lalu, saya mencoba menginvestigasi bagian mana lagi dari motor saya yang jadi tempat pendaratan eek burung itu. Hasil pun ditemukan. Titik koordinat pendaratan yang lain berada di bagian belakang helm.๐Ÿ˜ฆ

Untung aja, helm saya taruh menghadap bawah. Jangan dibayangin jikalau helm saya itu saya parkir dengan gaya terlentang, pastilah… Huex… Gak kuasa meneruskan. Bisa dipastikan saya pulang gak pakai helm, dan bisa dimungkinkan saya beli helm baru. hehehe

Inilah faktanya:

<- ujung jok depan “Inilah penampakan eek burung” ujung jok belakang ->

Foto di atas diambil ketika sudah nyampe rumah saya, dengan nasib kotoran burung di bagian depan jok sudah dilalap habis sama plastik putih. Ya, saya udah lebih dulu ngebersihin bagian depan jok, biar gak dikira saya keciprit.๐Ÿ˜†

Saya menemukan si plastik putih di dalam bagasi jok motor. Buat si plastik putih: “Terimakasih kawan.. kau sudah berjasa untukku..”๐Ÿ˜€

Sedangkan yang bagian helm sengaja gak saya ambil gambarnya, karena terlalu besar tokainya. Aaargh..

Nah, bisa diambil kesimpulan bahwa selama perjalanan pulang itu, saya ngeboncengin eek burung. Untung banget tu eek gak bonceng sambil meluk.๐Ÿ˜†

Sialnya, pas jalan mau pulang, saya ngelewatin jalanan yang agak ngombak (baca: gak rata). Helm saya hampir aja jatuh, untung tangan kiri saya menyelamatkan sang helm. Lebih untung lagi, tangan saya itu tepat menyentuh si tokai yang ada di bagian belakang helm.

“Wuaaaaaa”

Lengkap sudah “oleh-oleh” saya itu. Motor kena, helm juga, tangan orangnya apalagi, tapi untung banget si burung yang entah kesasar mau kemana masih berbaik hati untuk tidak memberi tokai secara langsung pada saya.๐Ÿ˜€

Setibanya di rumah, saya langsung nyuci tangan dan mengganti celana saya yang kemungkinan besar sudah tercemar tokai burung itu.

Siapakah yang bersedia ngebantu saya buat nyuciin celana saya itu? hehehe๐Ÿ˜†

10 Comments

Leave a Comment
  1. Spirit 89 blog / Apr 4 2010 10:27 am

    Untung masih burung yg eek’in motor ente ya bro..,
    Kalau yg eek’in sapi gimana tuh,bro .hi..,hi๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ peace..1

  2. catatan hakim / Apr 4 2010 11:50 am

    hahaha.segitunya si sob in, sampe didokumnetasiin…

    cocok jadi jurnalis nih….
    btw, selamat menikmati eek burungnya….*peace*

    • kimsanada / Apr 4 2010 12:25 pm

      Obsesi jadi jurnalis sih bro.. Hehe

      ente mau eeknya juga gak? Hihi

  3. ilcharama / Apr 4 2010 10:13 pm

    selamat berbahagia….

    • kimsanada / Apr 5 2010 1:43 am

      makasih pep.. mau juga?๐Ÿ˜›

  4. aji / Apr 9 2010 3:00 pm

    kirain ‘burung’ apaan bro…hehehhehehe….

    • kimsanada / Apr 10 2010 9:47 am

      haahahahaa… emang ente pikir burung apaan bro?๐Ÿ˜€

  5. a-rief / Apr 10 2010 4:37 am

    wah, bner2 oleh2 untk dbgi drmh he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: