Skip to content
February 28, 2010 / kimsanada

Tentang Tayangan Televisi…

Di penutup bulan Februari ini saya pengen mengungkapkan unek-unek yang selama ini mengganjal di pikiran saya. Sebelumnya saya minta maaf jika ada pihak-pihak yang tersinggung karena postingan ini, tetapi sejujurnya saya tulus menumpahkan perasaan saya di sini tanpa ada unsur offense ke pihak mana pun.๐Ÿ™‚

Jadi begini…

Sejak kecil saya sudah dikenalkan dengan televisi. Sejak jaman televisi di rumah saya masih berchannel satu yaitu TVRI. Sejak jaman pilem kartun transformer masih jadi idola saya waktu itu… Sampai munculnya Ksatria Baja Hitam yang sangat fenomenal waktu itu…๐Ÿ˜€

Sampai sekarang pun… Televisi masih jadi salah satu “kawan elektronik” saya, selain laptop dan hape.:mrgreen:

Namun, sayang seribu sayang.. Seiring dengan pergantian jaman, tontonan di televisi pun juga berganti mode. Dari yang dulu isinya berita melulu, sekarang malah didominasi oleh sinetron, gosip dan reality show.

Aib selebriti dipertontonkan, dari sekedar gonta-ganti pacar sampai berulang kali menikah.. Atau ada yang punya anak di luar nikah… Rasa malunya dimana hingga seperti itu ya??? ckckckckckck…

Kemudian tentang ย reality show,,, Saya pernah nonton tayangan reality show tentang tukeran posisi antara si kaya dengan si miskin. Si kaya merasakan bagaimana beratnya pekerjaan si miskin. Sebaliknya, si miskin merasakan kerja ringannya si kaya. Mungkin tujuan dari acara itu biar orang-orang yang punya kelebihan rejeki bisa lebih menghargai pihak yang kekurangan rejeki. Jadi gak gede kepala pas nambah rejeki, sedangkan si miskin bisa memiliki semangat untuk kaya ketika tahu bagaimana perjuangan si kaya itu.

Berdasarkan pengalaman, saya sendiri pernah mendengar tanggapan negatif tentang reality show macam itu.

Itu cuma akting saja.. Rekayasa semua..

Wallahua’lam apakah itu bener adanya atau tidak… Saya gak mau jadi agen fitnah ah..๐Ÿ™‚

Nah.. Yang terakhir ย tentang sinetron… Eng.. Ing… Eng…

Belakangan ini tayangan macam ini menurut saya kok lebih banyak gak mutunya dibanding mutu kualitasnya.๐Ÿ™‚

Cerita-cerita yang disajikan lebih banyak menonjolkan tema permusuhan, lebih khususnya bagaimana mengkhalalkan segala cara untuk menjatuhkan musuh. Atau juga terpampang dengan jelas, sinetron yang ngajari untuk cengeng. Rata-rata hampir di tiap scene, ada tayangan sang pelakon yang nangis.

Ketika nemenin ibu saya nonton televisi, saya hampir selalu kehilangan mood gara-gara ada tayangan nangis-nangisan terus. Memang sih, nangisnya bintang sinetron sama rakyat jelata seperti kita ini beda. Mereka dibayar untuk nangis, sedangkan kita ditabok sama orang tua gara-gara dianggep cengeng. Makanya tiada guna menurut saya kalo kita nonton tayangan seperti itu. Yang ada tanpa disadari, kita meniru akting para bintang sinetron…:mrgreen:

Oh iya… sebagai bonus… Saya pengen berkomentar tentang dunia musik anak-anak jaman sekarang.:mrgreen:

Tidak lagi saya jumpai grup vokal semacam Trio Kwek-kwek, ataupun penyanyi solo cilik seperti Bondan Prakoso dengan hit single Si Lumba-Lumba

Dimanakah penyanyi cilik seperti mereka??? Yang menyanyi dengan materi lagu anak seusia mereka…

Yang saya liat di layar kaca akhir-akhir ini adalah penyanyi cilik yang mendendangkan lagu-lagu orang dewasa…

Dunia sepertinya mengalami pergeseran tren.. Anak kecil sudah dicekoki dengan materi orang dewasa… Jangan pada kagetlah kalau anak kecil sudah bertingkah selayaknya orang dewasa… ckckckckck

Tayangan televisi jaman sekarang kok ya hampir seragam seperti itu ya… Menurut saya, sebisa mungkin tayangan yang disajikan ditata sedemikian rupa berdasarkan aspek manfaatnya, terutama untuk generasi muda kita. Jangan cuman memaksimalkan profit saja… Bisa-bisa bangsa hebat ini tenggelam di dalam gemerlap dunia tanpa bisa berdiri membangun masa depan yang jauh lebih baik daripada ini.

๐Ÿ™‚

Pembatasan tayangan seperti dulu, misalkan Bimbingan Orang Tua, Dewasa ataupun Semua Umur sepertinya saat ini sudah ditinggalkan…

Kalau sistemnya sudah susah untuk dirubah, mendingan merubah diri kita sendiri dulu saja lalu lingkungan di sekitar kita.

Mengutip 3M-nya Aa’ Gym: Mulailah dari diri sendiri, Mulailah dari hal yang kecil, dan Mulailah sekarang juga!๐Ÿ™‚

Semoga sedikit tulisan ini bisa menginsipirasi…๐Ÿ™‚

Bagaimana tanggapan anda kawan???๐Ÿ™‚

16 Comments

Leave a Comment
  1. artoheart / Mar 2 2010 1:35 pm

    hmp….(mboh)..jaman aku SD bapakku gak kuat tuku Tipi..
    jadi aku gak kenal trio kwek2…he..he..he…

    • kimsanada / Mar 2 2010 1:43 pm

      Tapi kuat tuku pager berremote.. Hahaha

  2. Daplun / Mar 2 2010 4:34 pm

    acara televisi sekarang bermutu, bermutu buruk…

    • kimsanada / Mar 2 2010 5:19 pm

      Mungkin perlu pemampatan acara yang gak mutu itu.. Biar menghindari dampak negatif dari tayangan televisi yang gak bagus..๐Ÿ™‚

  3. alief / Mar 4 2010 2:29 pm

    saat ini yang penting adalah uang.
    mau tayanganya mendidik menuju kebaikan atau malah menghancurkan,itu urusan belakangan dengan sang pencipta,itupun kalau mereka beragama

  4. masiqbal / Mar 4 2010 3:01 pm

    setuju banget nih, males banget mau liat TV sekarang ini, apalagi yang namanya sinetron, haduuhh males puool… *say NO to SINETRON* pengen dengerin berita isinya cuman kisruh Century, bisa jadi si pelaku cuek bebek, nggak peduli mau kisruh kek, jontok-jontokan kek, saling bunuh kek, nggak urusan… yang penting bisa bawa kabur uang Century… *ngasal mode ON*

    • kimsanada / Mar 4 2010 7:44 pm

      mantab bang… langsung ketik REG NO SINETRON kirim ke 0000.:mrgreen:

  5. muhammad fajriyan / Mar 4 2010 5:33 pm

    Q setuju iku kang,,,,, banyak tontonan yang kurang mendidik n kurang mengedepankan budaya-budaya bangsa,,,,, misal banyaknya adegan tentang kekerasan lah,ciuman lah atau hal2 yang kurang beretika,,,,
    kadang q juga bingung sendiri kang jika menonton tv m adek2q,,,,meh nonton pa ya,,,,? tapi ada sebagian pertv sian kita yang menyajikan hal2 yang positif semisal program2 jelajah nusantara,bocah petualang, dsb,,,,,

    ya mungkin pertv an kita masih taraf perkembangan dalam hal yang positif,,,,,,

    • kimsanada / Mar 4 2010 7:47 pm

      yang penting dikau sebagai kakak terus mendampingi dan memberikan penjelasan yang sekiranya diperlukan atas tayangan televisi kepada adik-adikmu biar gak terjerumus ke dampak negatifnya.๐Ÿ™‚

  6. kikakirana / Mar 4 2010 9:29 pm

    Betul betul betul…
    parah parah parah..๐Ÿ˜€

    masa anak kecil nyanyi’in lagunya orang dewasa…
    giliran ditanya lagu “balonku ada 5” eeehhh malah gag ada yang bisa…
    sinetron juga.. klo gag rebutan cowok,cwek,, ya pada rebutan harta….

    ya Allah…

    • kimsanada / Mar 4 2010 10:31 pm

      ini upin apa si ipin ya???๐Ÿ˜€

      semoga Allah mengampuni dosa mereka…
      amin…

  7. Tips Trik Komputer / Mar 5 2010 8:20 am

    Kunjungan sesama blogger sob…
    Blognya menarik nih…

    Ditunggu kunjungan baliknya ya…
    Dan jangan lupa komennya…

    • kimsanada / Mar 5 2010 11:40 am

      oke sob… makasih banyak udah mampir… ane segera main ke tempat ente… siapin jajan ya…:mrgreen:

  8. travelinous / Mar 6 2010 7:54 am

    tayangan yang kurang pas itu agaknya kurang mendapat perhatian masyarakat
    sampai sekarang belum ada yang melakukan somasi mengenai ketidak cocokan tayangan terhadap usia pemirsa…

    • kimsanada / Mar 7 2010 8:21 pm

      yup,, bener itu bro… kalo emg dibiarin gitu aja, sama artinya menyetujui…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: