Skip to content
February 9, 2010 / kimsanada

Tentang Spion Sepeda Motor…

Siang ini aku ingin membicarakan lagi tentang motor. Semoga pengunjung blog ini gak bosan setelah aku posting tentang filosofi motor dengan judul Motor Itu Ikhlas…๐Ÿ™‚

Kali ini aku pengen menyoroti tentang kaca spion dari sebuah motor. Berbagai ukurannya bisa kita temui, mulai dari S, L, sampe XL. Maksudku, mulai dari yang kecil, sedang sampe yang gede.๐Ÿ˜€

Fenomena berkendara tanpa spion pernah merebak di masyarakat kita. Terutama di kota-kota besar, pengendara sepeda motor tanpa spion akan langsung ditilang oleh polisi ketika ketemu, kalo gak sih gak apa-apa…๐Ÿ˜€

Sepeda motor yang dibeli dengan harga yang tak setara dengan seporsi bakso, menurutku kok malah gak optimal penggunaannya jika spion dilepas. Kenapa begitu? Karena kan nanti susah kalo mau nyebrang jalan, si pengendara harus menengok ke belakang dulu. Iya kalo yang bonceng itu masih manusia, lha kalo tiba-tiba yang bonceng tiba-tiba berubah jadi monyet gimana? Bisa-bisa malah jatuh ntar…๐Ÿ˜€

Fungsi lain dari spion bisa ditujukan buat narsiser (panggilan orang narsis). Tiap kali menjumpai spion motor di mana pun berada, pastilah menyempatkan waktu untuk mengecek kerapian tampilan wajah. Bagi yang merasa narsis pasti setuju.. Iya kan?๐Ÿ˜€

Oh iya, sebuah sepeda motor yang ingin dimiliki tanpa spion ya pas beli bilang ke penjualnya biar melepas spion saat itu juga. Jadi jika masih dianalogikan dengan seporsi bakso, berarti kita ngebeli bakso tanpa kuah. Kenapa kok kuah? Karena kuah bisa berfungsi layaknya spion, buat ngaca. Atau kalo pengen keliatan cerdas dikit, keberadaan spion sepeda motor bisa digantikan dengan kuah bakso…๐Ÿ˜€

Nah, fenomena sepeda motor tanpa spion sudah hampir musnah kukira dengan adanya ketegasan dari pihak Kepolisian Lalu Lintas. Orang diarahkan demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain kok gak mau, ya mending ditilang aja… Ya kan Pak Polisi?๐Ÿ˜€

Namun, dari pengalamanku sendiri, meskipun spion sudah nangkring dengan manisnya di bagian kepala si sepeda motor, tetapi seringnya aku mendapati pengendara yang gak ngegunain fungsi spion ketika berkendara. Aku melihat spion yang gede, padahal gede lho ya… Kayak tangan lagi menengadah berdoa… Saking khusyuknya mungkin kali ya, jadi spionnya itu ngadep terlalu ke atas atau terlalu ke bawah, yang mana itu sama sekali gak bisa digunain untuk melihat arah belakang motor tersebut. Ajaib bener si pengendaranya..๐Ÿ˜€

Tulisan ini aku buat sebagai koreksi kita semua untuk menspionkan fungsi spion. Jangan cuma dijadikan hiasan motor saja. Kasian dia… Bisa nangis ntar…๐Ÿ˜€

5 Comments

Leave a Comment
  1. mbah suwung / Feb 9 2010 4:17 pm

    analoginya ke bakso ya???? gmn kalo baksonya ditulis lengkap… “mie ayam & bakso HADI PUTRA”. Jl. karangrejo raya 39 Banyumanik. heheeeee… skalian numpang ikLan githu…

    • kimsanada / Feb 9 2010 8:02 pm

      sippppp pak… ini blog siap ngebantu promosiin mie ayam & bakso “HADI PUTRA”, Jl. karangrejo raya 39 Banyumanik.

      ^^

  2. kartunmania / Feb 10 2010 3:24 pm

    Spion + bakso ….. hmmmm enak gak ya? Klo tong ama seng sih jelas enaknya…. hahaha….

    • kimsanada / Feb 10 2010 3:43 pm

      wah… musti dicoba itu bro….๐Ÿ˜€

Trackbacks

  1. Foto Pengendara SUPER « Kimsanada's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: