Skip to content
January 15, 2010 / kimsanada

Install Font Microsoft Office Buat Open Office

Buat temen-temen pengguna Linux pastilah gak asing dengan yang namanya OPEN OFFICE … Sebuah software yang sebanding dengan Microsoft Office. Dari pencarianku via Google, aku mendapatkan kesimpulan kalo dulu Open Office itu masih kalah jauh dibanding Office-nya Windows, tapi itu wajar karena itu software baru berkembang. Seiring waktu, penyempurnaan terhadap Open Office dioptimalkan. Hingga saat ini, itu software diklaim udah kompatibel dengan file-file berekstensi .doc, .docx dan kawan-kawannya yang khas Microsoft Office. Sehingga, meskipun kita bikin file di pesaingnya, namun Open Office sudah bisa diandalkan.πŸ˜€

Nah, sebagai seorang Linuxer pemula, aku merasa bangga dengan kelengkapan software Linux. Setelah beberapa tahun belakangan ini, Linux berkembang pesat. Dukungan para pengembang yang antusias menurutku akan menguatkan eksistensi Linux. Kebanggaan ini pun mencakup kehebatan Open Office. Ketika pertama kali nginstal Ubuntu 9.04 a.k.a Jaunty Jackalope, aku udah bisa dengan leluasa ngetik apapun yang aku mau. Tugas kuliah? OKE! Ngetikin kerjaan Bapak sama Ibuku? OKE juga. Sampai ngetik buat bikin karangan bebas pun OKE!πŸ˜€

Akan tetapi, aku menemukan ketidakberesan terhadap Open Office-ku. Aku gak tahu, cuma ada di Laptopku saja atau ada temen-temen yang bernasib sama dengan aku. Jadi gini, ketika file hasil ketikan udah jadi dan mau dicetak, yang mana di tempat ku nyetak itu masih pake Windows. Nah, permasalahan pun kusadari muncul saat melihat file itu, format yang sebelumnya sudah aku setting dengan teliti dan seksama dalam tempo sesingkat-singkatnya, eh ternyata berubah hampir total ketika dibuka dengan Microsoft Word. Aku bingung bukan kepalang. Aku jadi bertanya-tanya, mana nih buktinya kompatibel??? Kalo sekedar buka file berekstensi Windows sih bisa, tapi file berekstensi .doc bikinan Open Office kok jadi beda gini pas dibuka di Microsoft Word??? Akhirnya aku mesti nyetting ulang format dokumenku itu. Kerja dua kali deh…😦

Waktu terus berlalu, aku masih saja “hobi” menyetting ulang ketika mau nyetak dokumen bikinan Open Office. Sempet bete juga sih… Apanya yang salah ya???? Nyoba tanya ke temen yang udah lebih dulu make Linux, dia bilang dokumennya hasil dari Open Office bisa sesuai formatnya ketika dibuka di Office pesaing. Aku tambah pusing…

Namun… “Dewi Fortuna” menyapa aku di tengah kebingungan ini… Pas kemarin buka-buka blog di WordPress punya senior-senior, aku nemu link donlod file penambah font Microsoft Word buat Open Office. Langsung aje aku donlod dengan riang gembira penuh harapan. Pas udah sukses donlod, segera aja aku install, dan… Thaaaa…Thaaaaaaa…. Dokumen lintas “budaya” ini bisa dinikmati dengan baik. Yah… Walaupun pas dibuka di office “tetangga” masih harus nyetting dikit-dikit tapi gak apa-apalah.πŸ˜€

Buat yang punya masalah sama dan pengen donlod file font Office “tetangga”, klik aja disini. Nginstalnya gampang, file .deb-nya tinggal diklik dua kali aja.πŸ™‚

Itu link aku bikin baru, hasil aplodan file donlodanku tempo hari. Pas itu aku lupa buat nyimpen link sumber yang sebenarnya. Aku minta maaf sama peng-aplod file ini sebelumnya. Niatku cuma berbagi untuk sesama pengguna Linux saja. Semoga bermanfaat.πŸ™‚

8 Comments

Leave a Comment
  1. ohdediku / Jan 15 2010 9:06 pm

    Kalo pengalaman ane sih gini gan, setiap mo bikin berkas yg buatnya di OpenOffice dan supaya formatnya gak berubah, ane eksport aja tuh dokumen menjadi PDF.. kan ada tuh fitur convert pdf di OpenOffice…πŸ˜€

    hm.. btw, PERTAMAAX ane ya gan.. hehe

    • kimsanada / Jan 16 2010 5:45 am

      Oiya ya gan… kenapa gak terpikir sama sekali sama ane ya???πŸ˜€
      makasih buat pencerahannya gan… ane kasih :cendolbig nih gan…πŸ˜€
      makasih udah mampir…. ^^

  2. masiqbal / Jan 25 2010 3:56 pm

    mantab banget nih… dapet pencerahan baru disini… terima kasih mas, sangat bermanfaat… (salaman)

    • kimsanada / Jan 25 2010 5:10 pm

      Nggeh mas.. Sami2.. Maturnuwun juga ternyata tulisanku bisa mencerahkan.. ^^ (salaman)

  3. 17hari / Feb 26 2010 2:41 am

    wah keren coi…
    wat referensi, liat aja di http://17hari.wordpress.com

    • kimsanada / Mar 27 2010 1:27 pm

      makasih udah mampir gan…πŸ™‚

  4. iptek / Dec 22 2010 6:06 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: