Skip to content
January 8, 2010 / kimsanada

Tersenyumlah Untuk Bahagia

Malam ini aku menulis artikel dengan rasa pegal menjalari tubuhku. Pikirku karena kurangnya istirahat. Dengan ditemani kipas angin kecil yang berputar tiada mengenal lelah dan isi kamar yang berantakan serta seorang kawan yang tertidur lelap, aku sedikit mengevaluasi apa yang aku peroleh setelah melewati pagi hingga malam ini.

Tenagaku saat ini mungkin hanya bisa aku salurkan pada bibirku untuk tersenyum. Sisa tenaga yang lebih besar daripada yang ada di jemari tanganku yang mengetik catatan kecil ini. Senyum yang kurasakan sebagai sebuah simbol kedamaian hati. Aku mengusahakan tetap bahagia meskipun hal yang kurang menggembirakan mendatangiku. Segala konsekuensi pastilah ada ketika seseorang mengambil keputusan sebagai solusi alternatif. Bermacam pilihan selalu akan mengunjungi kita ketika kita berada dalam situasi yang kurang menguntungkan sekalipun. Ketika kita dihadapkan pada banyaknya pilihan, tentulah kita mau tidak mau pasti akan memilih salah satu jalan. Yang penting, apa yang telah kita ambil adalah apa yang telah benar-benar kita pahami konsekuensinya, sehingga kita tidak akan kaget jika mendapati konsekuensi negatif sekalipun karena kita telah memperhitungkannya.

Usaha totalitas dan maksimal akan mendukung apapun pilihan kita untuk hal baik yang kita yakini. Solusi yang kita ambil ketika menyikapi suatu permasalahan demi terselesainya hal tersebut pasti akan lebih mencapai sasarannya ketika kita melakukannya dengan total dan maksimal. Yang terpenting adalah berikhtiar semaksimal mungkin, kemudian pasrah pada ketentuan Allah Swt atas apa yang akan terjadi, karena tugas manusia di dunia adalah beribadah dan berikhtiar. Keduanya akan saling melengkapi. Tidak ada artinya jika seseorang beribadah (dalam hal ini berdoa kepada Allah) agar masalah yang dialami segera selesai dengan baik tanpa ada usaha sedikitpun. Atau sebaliknya, seseorang yang berusaha mati-matian untuk suatu hal yang dia yakini tanpa menyerahkan hasilnya kepada Allah, maka ketika keinginannya terkabul dia akan takabur dan jika tidak maka dia akan sangat kecewa. Manifestasi dari kekecewaan itu bisa berupa menyalahkan diri sendiri, orang lain maupun yang lebih parah adalah menyalahkan Dzat Penciptanya. Na’udzubillah min dzalik.

Tulisan simpel ini merupakan sebuah unek-unek yang ingin aku bagi. Sebagai pengingat di kala temen-temen mengalami hal serupa dan sebagai pengingat penulis itu sendiri agar tidak terlalu larut dalam permasalahan. Fokus pada masalah hanya akan menambah masalah, namun usaha mencari solusi akan mengatasi hal tersebut. Dapatkan solusi dengan menahan hawa nafsu.

“Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum, namun tersenyumlah untuk bahagia.”

(dikutip dari 99 Tips Praktis Berpikir Positif)

🙂  :)  :)

4 Comments

Leave a Comment
  1. masiqbal / Jan 9 2010 7:33 am

    setuju sama panjenengan “Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum, namun tersenyumlah untuk bahagia.”

  2. Andy MSE / Jan 11 2010 9:16 am

    menurut saya: bahagia itu kita ciptakan sendiri…
    yaitu dengan mensyukuri nikmat Tuhan…

    • kimsanada / Jan 11 2010 10:35 am

      Betul mas…
      Saya mensyukuri bahwa blog saya ni telah dikunjungi blogger2 dahsyat macam mas andy..
      Maturnuwun tlh brknjung mas..
      Ni nambah motivasi saya buat ngeblog.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: