Pilih Jalan Rusak Atau Jalan Mulus?
Jam lima sore, tepat jam pulang kerja. Kondisi jalan dipastikan padat, terlebih di kawasan industri seperti di Kaligawe Semarang. Di tengah keramaian lalu lintas, aku menyaksikan kecelakaan, lagi. Ya, setelah beberapa kecelakaan akibat kelalaian pengguna jalan yang ku ikuti dari pemberitaan media, aku tulis di postingan ini. Kemarin sore, seorang pengendara sepeda motor dengan kecepatan tinggi memotong jalan ke kanan dengan tergesa-gesa. Tindakan itu membuat motor yang dikendarainya menyenggol bagian belakang sepeda motor lain. Keduanya jatuh bersamaan. Kejadiannya begitu cepat.
Beruntung, di dekat situ ada pos polisi. Saat itu seorang polisi tengah mengatur lalu lintas. Jadi, korbannya bisa segera diamankan agar tidak membahayakan pengendara itu sendiri maupun yang lain. Semoga kedua pengendara sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan tidak terluka parah.
Lepas dari hal itu. Aku jadi berpikir, jalan udah dibikin semulus itu tapi perilaku pengguna jalan malah menjadi-jadi. Gaya berkendara yang ugal-ugalan tetep menghiasi jalanan. Pengendara yang menggeolkan sepeda motornya ke kanan-kiri seenak jidat. Ngebut tapi dengan perhitungan ngawur. Apa mereka nggak sadar, perilaku mereka membahayakan diri mereka dan orang lain? Padahal bukti dampak perilaku ngawur itu udah tak terhitung jumlahnya. Bahkan, maaf, tidak sedikit nyawa yang tak tertolong lagi.
Hmm.. Lalu mengenai jalanan, kalo saja ada lubang di jalan yang dianggap membahayakan pengendara atau memperlambat perjalanan, pasti tuh pada ngedumel. Minta dibenerinlah, ditamballah, atau bahkan minta diperlebar kalo dirasa kesempitan. Lalu giliran jalan udah bagus aja, pada ngebut tuh seenaknya. Terkadang manusialah yang merugikan diri mereka sendiri.
Aku kok jadi malah mikir gini, kadang biarin aja jalan tetap rusak. Dengan begitu setiap pengendara akan berhati-hati ketika melewatinya. Hanya pengendara ceroboh yang nekad ngebut di jalan rusak berlubang. Kalo ngeluh jalan kayak gitu bikin lambat pergerakan, coba berkendaralah lebih awal biar nggak telat.
Sebagai penutup, kamu termasuk yang was-was dengan perilaku ugal-ugalan pengguna jalan, atau malah yang termasuk di antara mereka? Terus, milih jalan rusak atau jalan mulus nih?

ngebut dijalan buat q pribadi adl upaya penghilang stres…
Bwt q syah2 aja memanfaatkan fasilitas yg ada…
terkait jalan rusak sehingga pengendara berhati2, q berpikir…
Indonesia se miskin itukah hingga tidak mampu memperbaiki jln bolong???
Korupsi aja No. 1…
Tanda org2 Indonesia kaya kan?
Upaya penghilang stres juga perlu memperhatikan sisi safety juga dong, Mbakyu..
jadi ikutan mikir kayak gitu deh. Mending jalan yg rusak :/
tp jangan yg parah deh rusaknya :p
Yoi sist.. Kalo kata lagu, “yang sedang-sedang saja..”
bener kata vika…yang rusak tapi gak rusak-rusak amat…
aku milih jalan gak bagus2 amat kayak di tol gitu, jangan bersih banget ah soalnya serem motor tuh ngebutnya minta ampun kalau jalanan lurus dan mulus. mending agak rusak tapi gak parah rusaknya, jangan ampe bolong gede gitu. ya dibeberapa bagian jalan bagus, beberapa lagi agak rusak
biar ga pada ngebut, hati riang, perjalanan pun senang
Asiiikkk..
Bener juga mas bro, terkadang memang perilaku di jalan agak sulit terkontrol namun tidak semua pengendara motor bersikap dewasa dan memikirkan kepantingan orang lain. Kesadaran diri merupakan faktor utama,
Iya, Mas.. Mari berhati-hati dalam berkendara..