Kita Putus dan Itu Menggelikan
Ku baca ulang status terbaru Facebookmu.
Bagus! Lo mutusin gue dengan seenaknya! Banci lo!!
Kau tulis satu jam yang lalu. Lengkap dengan beberapa komentar di bawahnya, yang kebanyakan bertanya tentang hubungan kita.
Rasanya menggelikan.
Tidakkah kau ingat ucapanmu suatu kali? Kau bilang, kau berjanji tidak akan bermain api di belakangku. Lupakah kau dengan perkataanmu sendiri?
Nyata-nyata ku lihat kau bermesraan dengan lelaki itu. Makan berdua. Jalan ke mall berdua. Saling menggenggam tangan, erat. Tak sadarkah kau jika sebenarnya aku tahu?
Ya, kita putus dan itu menggelikan. Kau begitu tega memberikan label buruk padaku. Iya, lewat status Facebookmu itu. Yang dunia tahu, akulah orang yang menyakitimu, bukan sebaliknya. Jadi tenang saja, citramu masih dipandang baik oleh mereka, budak teknologi. Pemuja dunia maya.
Kau memang menanyakan alasanku mutusin hubungan kita, tapi kau tak perlu tahu. Aku tak perlu bersusah payah membuka kedokmu dan kau tak perlu malu padaku. Kau tahu? Aku yang harusnya sakit hati. Akulah orang yang menyaksikan kemesraanmu dengan lelaki itu.
Tapi tenang saja. Kemarahanku sudah lenyap. Kini berganti senyum. Aku sudah merasa baikan sekarang. Sakit hatiku udah sembuh dan kau tak perlu lagi terbebani dengan janjimu sendiri. Janji yang ternyata kau langgar sendiri. Sangat menggelikan memang.
Tipikalmu yang anak rumahan itu membuatku mudah menemuimu. Beberapa menit yang lalu kau masih berapi-api memuntahkan isi kepalamu, jadi ijinkan ku baca ulang status Facebookmu satu jam yang lalu itu. Ijinkan juga aku menyimpan pot bungamu yang sudah berjasa ini. Aku akan menjaganya baik-baik, sebaik menjaga perasaanku padamu.
Sesaat tadi aku memang tak melihat apapun. Gelap. Begitu pandanganku kembali, hanya ada handphone di tangan kiriku dan pot bunga di tangan kananku. Lalu ku biarkan kau menikmati darahmu sendiri. Darah yang membasahi kepalamu. Darah yang membanjiri tubuhmu. Tubuhmu yang terkapar di lantai rumahmu sendiri.
- – -

#SERAM
he kills the g .. ?
Iya.. Begitulah endingnya.. Makasih udah mampir..
tenanan kui mas?
Ugak, santai wae za..
cerpen ya???kirain beneran
Iya, sist..
“membanjiri” I prefer use that for 2nd word
Tambah asik aja pep
Udah ane revisi, pep.
Makasih ya..
kirain beneran hahahaha tapi bagussssss
Makasih, sob..
ini beneran pasti bukan cerpen yak….
Ini cerpen kok, sob..
essip markosip deh cerpennya, apalagi soundtracknya lagu ini
wuih maaf kok malah bisa tayang ya.. jika enggak berkenan hapus aja deh komen di atas
tenang kang.. udah ane edit kok..
salam kenal…
Salam..
kirain beneran….
santai kang.. cuma rekayasa kok..
Jadi siapa yang salah? *muka serius*
Tapi jangan kebanyakan nulis status di FB ah.. *salah fokus*
Hmm.. menurutmu siapa dong yang salah?
waduu jadi mati nih si cewek ? *GLEK
iya..
nitip link yah kakak
para blogger anti plagiat, klik link ini http://faryblog.blogspot.com/2011/12/lagi-lagi-plagiat-cape-deh.html
semoga para blogger yang hobby plagiat bisa tau diri
Bayar lima ribu dulu..
Loe-Gue, END. Hahahaha (kaya Sule sama Andre aja), memang menggelikan mendengar kata-kata itu. Idih banget gitu!
Haha..
Emm.. Alur cerita di atas, gimana sob?
asemmm….. tak kira tenan mas.. asemmm wes diwoco tenanan e…
makane aku bingung, mas kim kan maho kok iso duwe cewek
hahahahahha
piss mas.. ampuuun
)
Ngejak perang ki..
*balang watu*
Pingback: Butuh Kritik dan Saran nih, Gan.. « Kimsanada's Blog