Skip to content
November 2, 2011 / kimsanada

Buang Sampah pun Perlu Teori

Ada sebuah ilustrasi mengenai kegiatan yang aku alami. Ini berkaitan dengan efektifitas dan efisiensi pembuangan sampah di suatu event. Semoga unek-unek ini bermanfaat. :mrgreen:

Jadi gini, katakanlah ada sebuah kegiatan dengan peserta mencapai hampir ribuan. Kegiatan tersebut mewajibkan peserta hadir di lokasi jam 7 pagi. Mereka (peserta) disambut dengan pembagian tiket pengambilan snack untuk kegiatan di hari itu. Usai tanda tangan di daftar hadir, ada panitia yang khusus bertugas menyobeki tiket tiap kali peserta hendak mengambil jatah snack atau makan siang.

Begitu snack udah di tangan, peserta segera berburu tempat duduk. Acara pun dimulai dan panitia mewanti-wanti beberapa kali agar kotak snack dibawa peserta ke tempat sampah yang udah disediakan di bagian pintu keluar ruang kegiatan.

Faktanya, harapan tinggal harapan. Nggak semua peserta mematuhi hal itu. Waktu istirahat siang tiba, nggak sedikit kotak snack yang ditinggal peserta di tempat duduk masing-masing. Bahkan isinya bisa berceceran kemana-mana.

Terpikirkan sesuatu saat itu. Menurutku, panitia nggak perlu repot nyetak banyak tiket untuk pengambilan snack dan makan siang. Kalo sehari peserta dapet 3 kali makan, cukup tiket untuk snack pagi aja. Jadi rinciannya begini:

  1. 1 tiket snack pagi ditukar dengan sekotak snack.
  2. Saat istirahat siang, bawa kotak snack tersebut ke panitia untuk ditukar dengan sekotak makan siang.
  3. Kasih komando ke peserta agar menyobek salah satu sisi kotak makan siang sebagai tiket pengambilan snack sore. Mungkin lebih khusus sisi yang ada merk makanannya. Itung-itung iklan pesan sponsor gitu.
  4. Saat acara akan selesai, minta peserta membawa kotak snack terakhir ke arah panitia untuk ditukar dengan sertifikat atau sesuatu yang secara nggak langsung mewajibkan peserta membawa kotak snack tersebut.

Konsep situasi dalam kasus ini khusus untuk makanan yang berbungkus sekotak kardus, bukan model prasmanan. :)

Menurut teori ini, kerja panitia untuk urusan bersih-bersih bisa lebih ringan. Sampah pun akan lebih efektif dan efisien untuk dikondisikan. Gimana nih menurut kamu? Ada sanggahan atau malah penyempurnaan teori? ;)

About these ads

28 Comments

Leave a Comment
  1. jarwadi / Nov 2 2011 7:17 pm

    ide nya bagus, saya jadi ingat waktu amprokan blogger di bekasi beberapa bulan yang lalu. kopdar kali itu temanya lingkungan, tapi apa yang terjadi pada ruang kopdar/diskusi dan seminar, peserta menempatkan sampah semaunya sendiri, padahal jumlah hadirin sangat banyak.

    pada saat itu tempat sampah menurut yang saya tahu tidak tersedia cukup :)

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:22 pm

      Miris ya mas..Semoga panitianya mampu melihat itu sebagai koreksi untuk event berikutnya. :)

  2. ada-akbar.com / Nov 4 2011 2:45 am

    Perlu ini. ..
    thanks banget.
    ane ga kepikiran.. .
    lain kali ada kotak snack ada snack berikutnya hehe

  3. gadgetboi / Nov 5 2011 12:48 am

    bagus juga idenya tuh. :D semoga menjadi “standard” bagi penyelengara acara :D

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:24 pm

      Amin.. Semoga ada yang lebih fresh lagi idenya mas.. :D

  4. Anggi Alfonso / Nov 5 2011 7:38 am

    ide yg bagus juga itu pak :)
    jadi bisa sekalian menghemat pengeluaran ..
    sepertih contoh kasus tiket

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:24 pm

      Yes.. Semoga bisa seperti itu.. :)

  5. tomi / Nov 5 2011 9:07 am

    kalau saya idenya malah gini mas.. setiap event pasti pakai call card kan.. nah di belakang call card dikasih kotak2 gt, jadi kalau mau ambil makan atau snack tinggal kasih tanda centang atau X di kotak yg sudah disediakan berdasarkan namanya..
    misal ada kotak untuk snack pagi.. nah klo pas udah ambil langsung di coret aja sama panitia :D

    kan lebih efektif malahan :D

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:26 pm

      Ini tentang efektifitas buang sampahnya, Mas. Biar panitianya nggak repot ngebersihin sampah setelah kegiatan. Bukan fokus ke tiketnya.
      Tapi biar lebih klop, gabungin sama idenya Mas Tomi bakal lebih yahud. :D

  6. wid / Nov 5 2011 9:32 am

    ide bagus..setelah sekian lama menggelar event lokal,kenapa saya nggak pernah berpikir tentang hal ini yo?..ah..dasar dudutz…
    memang harus ada biaya extra untuk sablon ulang kotak snack.tapi lebih efektif dan lebih mendidik..paling biaya tinta sablon cuman 5rb,plus tenaga 25 ribu…daripada kena charge pemilik gedung/restoran sebesar 250rb/event untuk biaya kebersihan,mending pake trik ini..ha..ha…

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:27 pm

      Hihihihi.. Udah langsung diitung aja nih.. :D

  7. iam / Nov 5 2011 2:43 pm

    Wah bener juga ide ini. Jadi panitia gak usah nyuruh para peserta untuk membuang sampah di tempat sampah, dan gak usah datengin kursi satu2 untuk mengambil sampah.. :D
    Kereeeen :D

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:31 pm

      Kalo panitianya kesusahan pun, ntar bisa ngubungin situ mas.. Biar dibantu.. Piss.. :mrgreen:

  8. Majalah Masjid Kita / Nov 5 2011 5:07 pm

    saya suka pembahasannya… artinya kita gak perlu mengidap OCD pun memang harusnya sadar akan ini bukan.. terlebih lagi seorang perfeksionis :)

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:33 pm

      Yups.. Harusnya hal itu perlu adanya kesadaran yang lebih dari setiap orang.. :)

  9. Leo Ari Wibowo / Nov 5 2011 10:14 pm

    *Susahnya membudayakan hidup bersih di Indonesia sampai butuh siasat untuk mencegah buang sampah sembarangan :)*

    Idenya sangat bagus mas. Tapi mungkin lebih bagus kalau yang disuruh nyobek itu (kotak makan siang) diganti dengan menyerahkan kotak bekasnya seperti snack pagi dan snack sore (snack terakhir). Jadi bisa lebih optimal dalam mencegah sampah yang berserakan.

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:37 pm

      Iya mas.. Makasih buat penyempurnaannya.. :)

  10. Zippy / Nov 6 2011 8:11 pm

    Waduw…kok persis banget ya dengan sosialisasi persambahan di kota saya :D
    kemarin itu ada kegiatan sosialisasi di setiap distrik di kota jayapura dan konsepnya sama, pembagian snack dan makanannya malah bikin banyak sampah berserakan kemana2.
    sangat berbanding terbalik dengan teorinya :lol:

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:38 pm

      Huahahahahaaa… Lucu juga ngebayanginnya, mas.. :D

  11. iam / Nov 7 2011 7:55 am

    Misi mas, mampir ah :D :D

  12. Adi Wibowo / Nov 7 2011 8:10 pm

    Mantab nih idenya, perlu di praktekin and di sosialisasikan mas temen2.he…
    Kok ya ga pernah kepikiran ya? :D

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:39 pm

      Masak sih, Mas? Pernah kali.. tapi lupa.. :D

  13. Rhmtsdrj / Nov 8 2011 1:10 am

    Luar biasa inovatif. inilah yg sering menimpa panitia sebelum pulang ke rumah buat tidur pulas, “mungut sampah”. Wah, dengan begini..,, gak ada lagi “pemulung”, upz.. Panitia di akhir event. Good good good ^^b

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:40 pm

      Panitianya bisa pulang cepet.. :mrgreen:

  14. maya / Nov 8 2011 3:32 pm

    wow :D ada cara seperti ini yaaa ^^
    kreatif~

    • kimsanada / Nov 9 2011 11:40 pm

      Ada cara yang lebih simpel lagi nggak ya? ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 645 other followers

%d bloggers like this: