Dikritik, Mau Kagak?
Hidup itu nggak selamanya adem ayem. Masalah itu datang silih berganti. Tinggal bagaimana kita menyikapi.
Sedikit tergelitik untuk nulis tentang kritik.
Bagi sebagian orang, mungkin kritik itu bisa menjadi sesuatu yang pedas. Lebih pedas dari semangkuk cabe. Pertemanan seseorang dengan yang lain bisa merenggang karena kritik. Tentunya karena dilandasi adanya ketidakterimaan kritik yang udah dilontarkan.
Hmm.. Bisa jadi juga ada seseorang mampu melihat sisi positif dari sebuah kritik, lalu mengambil peluang untuk memperbaiki diri.
Ada juga orang-orang tertentu yang saat bertindak itu mencari amannya saja. Salah satu motivasinya adalah menghindari kritik.
Sedikit bertanya nih sama pembaca tulisan ini.
Kalo Anda dikritik, mau enggak? Dengan senang hati menerima bahkan membuka diri untuk dikritik, atau terpaksa mau karena situasi tertentu?
Lalu gimana Anda menyikapi sebuah kritikan?
Silahkan menanggapi.


uh, daku boleh2 aja dikritik selama yang kritik bisa menyampaikannya dengan benar
hihihi ..
terkadang ada juga kritik yang bikin sebel, misalnya daku dikritik karena tidak mau terbuka dengan orang lain (daku orangnya kan tertutup banget ini) tapi yang kritik daku ternyata sama aja tertutup banget orangnya
Jadi, kalo mau ngritik tuh mesti sejalan dengan apa yang dikritikkannya dong ya..
Salam super, kang..
Untuk mengritik pun ada etikanya.
Sebaiknya jangan frontal di depan orang banyak. Bicara empat mata saja dengan orang yang mau dikritik. Jangan sampe membuat malu orang yang kita kritik di depan orang banyak. Bisa2 malah dendam.
Benar itu mas bro..
Kadangkala orang saking nggak bisa nahan buat ngritik jadi lupa dengan situasi kondisinya. Langsung tembak di tempat aja, padahal lagi di dalam forum.
Sebuah pengingat nih.. Maturnuwun kang..
Selama menggunakan bahasa yg enak,pasti bisa kok kritik itu diterima
Ajarin nggunain bahasa yang enak itu dong, pep..