Sebenarnya Sudah Siap atau Belum, Ya?
Kali ini aku ingin membagikan sebuah tulisan yang pernah aku terbitin di catatan Facebook. Ini tulisan mengenai tanggapanku terhadap keluh kesah remaja jaman sekarang dalam menjalani hubungan spesial dengan lawan jenis.
Tulisan ini aku edit di sana-sini biar lebih enak dibaca, dan harapanku bisa benar-benar enak dibaca.
Oke..
ninonurmadi.com
Sengaja atau tidak, aku sering banget membaca status mengenai keluh kesah hubungan asmara anak muda di Facebook. Bahkan yang beberapa di antaranya masih tergolong terlampau muda untuk ikut mencicipi hubungan kayak gitu pun pernah mengeluhkannya.
Prioritas ngurus strategi meraih masa depan bahagia, damai dan sejahtera tentu lebih utama daripada sekedar “berhura-hura” dengan masa muda. Hidup itu nggak berhenti di masa muda, teman. Hidup terus berjalan maju. Waktu nggak akan pernah berhenti barang sebentar pun, kecuali kita sendiri yang memutuskan untuk menghentikan waktu kita. Tapi bukankah itu hal yang konyol jika kita lakukan? Bukankah kita udah diberi kesempatan untuk menjalani dinamika kehidupan seutuhnya? Sayang kan, jika kita lewatkan begitu saja tanpa fokus yang jelas.
Hubungan spesial dengan lawan jenis tentulah kita idam-idamkan. Itu manusiawi. Dalam hubungan kayak gitu pengennya bahagia terus. Tapi bukan hal yang gampang untuk mengusahakan situasi bahagia terus seperti itu, butuh meras keringat dan pikiran, men. Semua itu masih manusiawi. Yang nggak manusiawi itu jika kita berlarut-larut dalam kesedihan ketika kita merasa disakiti dalam menjalani hubungan spesial dengan lawan jenis itu. Produktifitas kita sebagai remaja pasti akan turun drastis saat dalam masa-masa down kayak gitu.
“Ngomong sih enak, kenyataannya kan sedih banget kalo disakiti bahkan diputusin..”
Kalo ada yang protes kayak gitu, percayalah kalo kita itu punya kekuatan untuk bangkit. Sekalipun ada motivator handal yang berusaha ngebantu, namun kita sendiri nggak tergerak untuk bangkit, ya percuma aja, karena motivasi terbaik ada dalam diri kita masing-masing.
Reaksi emosional itu nunjukkin kalo kita manusia normal lho, tapi sayangnya kalo ekspresi emosi itu berlebih, malah membahayakan kita sendiri. Mau ngapa-ngapain jadi males. Alhasil nggak produktif lagi kan? Padahal masih banyak tugas yang harus kita selesaikan, termasuk tugas membangkitkan semangat kita sendiri.
Sebagai remaja, memakai akal pikir yang kita punya itu bukan hal yang salah kok. Justru yang salah adalah saat kita membiarkan diri kita terpuruk dalam situasi yang tidak menyenangkan hati kita. Daripada merasa dikecewain ataupun disakiti oleh pasangan, kenapa kita nggak benar-benar menggunakan akal pikir kita? Masih banyak cara terbaik untuk menjembatani dua insan manusia dalam berhubungan baik, tinggal gimana kedua insan tersebut mau membicarakannya. Komunikasi itu salah satunya. Kita yang diberi karunia untuk berbicara, bersyukurlah. Kita bisa menggunakan fungsinya untuk membahas solusi terbaik saat ada masalah. Jika pun tidak, kita masih bisa menggunakan media komunikasi lain yang bisa dipahami pasangan kita.
rainbowstair.blogspot.com
Perlu diingat kalo disakiti atau diputus pacar bukanlah hal yang menyakitkan banget. Kita hanya membuang waktu dan energi kita untuk hal yang sia-sia. Gimana kalo situasinya begini: kita ditinggal suami / istri untuk selamanya setelah hidup barengan berpuluh-puluh tahun? Mana yang harusnya lebih sakit? :)
Masihkah kita punya alasan untuk terus berkeluh kesah? :)
Setiap hal butuh komunikasi. Setiap komitmen ada konsekuensinya. Siapkan diri lahir batin jika ingin berkomitmen terhadap sesuatu.


Hehe tumben posting-an kayak begini.
baru jatuh cinta keliatannya mas
Kalo jatuh cinta sih setiap saat mas.. Hehehehe
gara-gara ngeliat fenomena di facebook mas..
“Perlu diingat kalo disakiti atau diputus pacar bukanlah hal yang menyakitkan banget. Kita hanya membuang waktu dan energi kita untuk hal yang sia-sia. Gimana kalo situasinya begini: kita ditinggal suami / istri untuk selamanya setelah hidup barengan berpuluh-puluh tahun? Mana yang harusnya lebih sakit?
” kata cewek yg baru putus .. masalahnya enggak semudah itu mas. hartaku habis di gondol orang itu. hahahahaa
Aduuuh.. Kok kasihan banget ya si cewek itu.. Mau-maunya kenal sama tukang peras itu..
hilang hape sama pencopet aja sakit hatinya minta ampun. apa lagi hilang kekasih
hati kita masih dipegang samanya … balikin oh oh balikin
baliki oh oh balikin, kehidupan gue kayak dulu lagi
*nyanyi…*
Ada bakat nyanyi nih kayaknya.. Hihihi
Balikinnya butuh operasi dong mas..
ya itulah mas-masa pacaran, menganggap semua adalah hal yang indah milik berdua, jadinya pas putusan, terasa sangat menyakitkan…
*halah…, sotoy banget aku ya…., *
Kedua sisi itu emang tipis banget batasannya mas..
Sekali waktu bisa terbuai salah satu, kemudian nggak lama bisa juga terbuai dengan sisi yang satunya..
AKU CAYANG CEWEK CANTIK
,mjwkwjkwjkwjkwjwk